Di ruang rapat Kementerian Pertahanan, Kamis lalu, suasana tampak berbeda dari biasanya. Sabrang Mowo Damar Panuluh, sosok yang lebih akrab disapa Noe Letto, berdiri di antara para pejabat. Ia baru saja dilantik secara resmi sebagai salah satu dari dua belas tenaga ahli Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Momen ini, yang seharusnya formal, justru menyulut banyak tanda tanya.
Bagaimana tidak? Noe, vokalis band Letto yang juga putra dari Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), selama ini dikenal vokal mengkritik pemerintah. Kini, ia justru masuk ke dalam salah satu lembaga tinggi negara. Menurut rilis resmi Kemenhan, pelantikan yang dipimpin Menteri Sjafrie Sjamsoeddin ini bertujuan memperkuat peran Wantimpres dalam memberikan kajian strategis bidang pertahanan. Tapi, publik jelas lebih tertarik pada kontras yang dibawa Noe.
Dan memang, perhatian langsung tertuju pada rekam jejaknya. Beberapa hari setelah pelantikan, pernyataan Noe yang lama kembali mencuat dan menjadi viral di media sosial. Dalam sebuah kesempatan, ia pernah ditanya seorang pejabat tentang pandangannya mengenai Pancasila.
"Saya kemarin ditanyain sama pejabatlah, ngetes saya lah, 'menurutmu Indonesia bagaimana dengan Pancasila?'"
Jawabannya tanpa tedeng aling-aling: "Pemerintah adalah pengkhianat Pancasila. Saya bilang seperti itu."
Artikel Terkait
Dokter Tifa Tantang Transparansi: 709 Dokumen Jokowi Masih Jadi Misteri
Banjir Rendam Cakung, Brimob Sigap Evakuasi Warga dan Dokumen Penting
Tim DVI Ambil Sampel DNA Keluarga Pramugari Korban Musibah Gunung Bulusaraung di Bogor
Menguak Peta Perang Global: Benarkah Islam Biang Keladi Konflik dan Kemiskinan?