AHY menjawab dengan hati-hati. Informasi sementara, katanya, memang mengarah ke sana. “Ya, kalau tadi lihat kondisi ataupun laporan yang kami dapat, itu memang posisinya di gunung-gunung. Ya,” ucapnya singkat.
Data dari AirNav seolah menguatkan dugaan itu. Pesawat dilaporkan hilang kontak di ketinggian sekitar 4.000 kaki, atau kira-kira 1.300 meter. Lokasinya diduga dekat Gunung Bulusaraung yang puncaknya menjulang antara 1.300 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Sangat berisiko.
Pesawat itu sendiri mengangkut sepuluh orang: tujuh kru dan tiga penumpang. Ia terbang dari Bandara Adisucipto Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, sebelum hilang kontak pada Sabtu (17/1).
Di sisi lain, soal penyebab pastinya, AHY menegaskan belum ada kesimpulan. Pemerintah masih perlu waktu. “Kalau tadi lihat dokumentasinya, videonya, itu memang gunung-gunung. Gunung-gunung, sehingga kita masih perlu investigasi penyebab utamanya apa,” jelasnya.
Ia menyebut beberapa kemungkinan. Bisa karena cuaca. Atau mungkin ada kendala teknis lain. “Ini masih perlu waktu untuk diinvestigasi. Nanti akan di-update perkembangannya,” pungkas AHY, mengakhiri penjelasannya.
Kini, yang tersisa adalah serpihan di pegunungan, dan upaya tim di lapangan yang terus bekerja tanpa henti.
Artikel Terkait
Prabowo Lepas Landas ke London dan Davos, Awali Perjalanan dengan Pertemuan Kilat di Halim
Ali Shaath Pimpin Rekonstruksi Gaza, Tandai Fase Baru Rencana Perdamaian
Para Pemimpin Gereja Yerusalem Serukan Penolakan Terhadap Zionisme Kristen
Hujan Deras Landa Jakarta, 23 Ruas Jalan dan 47 RT Terendam Banjir