Sejak 1976, Universitas Gadjah Mada punya pola wisuda yang cukup konsisten. Tiga kali dalam setahun, tepatnya di bulan Mei, Agustus, dan Desember. Nah, sistem ini bertahan hingga era 2000-an. Baru setelah itu, UGM menambah frekuensinya jadi empat kali setahun.
Lalu, bagaimana dengan ijazah Presiden Jokowi yang tertera dikeluarkan November 1985? Di sinilah muncul pertanyaan.
Menurut penjelasan dari sebuah channel YouTube, Pa' Dhe Channel, ada yang janggal. Mereka bilang, kalau kamu lulus di awal tahun, wisudanya nunggu sampai Mei. Kalau lulus di pertengahan tahun, jadwalnya Agustus. Kalo udah akhir tahun, baru Desember.
Nah, November 1985 itu jatuhnya di mana? Itu kan masuk periode akhir tahun. Berdasarkan pola yang berlaku saat itu, seharusnya wisuda dilaksanakan pada bulan Desember, bukan November.
Artikel Terkait
Prabowo dan Jokowi Duduk Berdampingan di Pernikahan Sekretaris Pribadi
Banjir Rendam Kawasan MOI, Warga: Terparah Sejak 1970-an
Laut yang Luas, Nasib yang Terjepit: Mengapa Sektor Perikanan Indonesia Masih Terpuruk?
Gibran Dituding Curang Saat Main Bola dengan Anak-anak di Wamena