Di Balik Berita Demo Iran: Tangan Asing dan Propaganda yang Dikemas sebagai Fakta

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:40 WIB
Di Balik Berita Demo Iran: Tangan Asing dan Propaganda yang Dikemas sebagai Fakta

Ada satu dokumen menarik dari Brookings tahun 2009 berjudul "Which Path to Persia?". Makalah itu menguraikan dengan detail bagaimana AS bisa mengendalikan Iran: dengan menciptakan kerumunan massa untuk menyerang fasilitas pemerintah, lalu media bisa melabelinya sebagai "pemberontakan rakyat". Atau, dengan memicu perpecahan dan menempatkan pemimpin boneka. Rencana semacam ini sudah berkali-kali dipraktikkan di berbagai negara.

Lalu, mengapa propaganda AS terhadap Iran sering berkutat pada isu hak-hak perempuan? Pengalaman mereka di Afghanistan dan Pakistan menunjukkan, isu ini lebih mudah memicu kemarahan audiens Barat dibandingkan jargon-jargon klasik seperti demokrasi, kebebasan, atau HAM.

Apakah aturan berhijab di Iran sesempit dan seketat yang digambarkan? Tidak juga. Pada umumnya, perempuan Iran memang berpakaian sopan sesuai gaya Islami, tapi suasana di lapangan jauh lebih santai dan toleran. Coba bandingkan dengan kode berpakaian di Indonesia atau Malaysia. Kebanyakan orang berpakaian religius, tapi nuansanya tetap masuk akal.

Bagaimana dengan kisah-kisah kekejaman terhadap perempuan? Banyak yang dibuat-buat dan disebarkan oleh sumber-sumber AS dan Israel. AS memang punya "departemen fabrikasi kekejaman" lihat saja penelitian AB Abram untuk contoh-contohnya di berbagai belahan dunia.

Ada studi akademis yang seolah "membuktikan" bahwa mayoritas warga Iran ingin pemerintahan yang bersekutu dengan AS. Studi itu muncul di The Journal of Democracy. Tapi publikasi itu bukan jurnal akademis sungguhan. Itu adalah majalah milik NED.

Agen-agen NED sudah bertahun-tahun menyusup ke Iran. Mereka mendanai akademisi dan jurnalis untuk membangun pengaruh di kelompok pendidikan, sipil, dan media. Pola yang sama diterapkan di Hong Kong dan banyak negara lain.

Kelompok lain yang sering dikutip adalah Foundation for Democracy in Iran. Lagi-lagi, ini bukan organisasi Iran. Mereka didanai NED dan direktur eksekutifnya adalah aktivis Amerika, Kenneth R. Timmerman.

Warga Iran itu cerdas. Mereka tahu soal NED dan bahkan memberinya julukan: "Musuh Demokrasi Nasional".

Terakhir, laporan dari media arus utama Barat seperti BBC, Guardian, atau Reuters perlu disikapi dengan sangat skeptis. Mereka punya rekam jejak panjang dalam meremehkan, atau lebih sering, menutupi sama sekali proses manipulasi Barat untuk menciptakan perubahan rezim.

Jika Anda benar-benar mendukung rakyat Iran, Anda perlu tahu semua ini. Dunia harus berdiri bersama Iran dan menyampaikan pesan yang jelas kepada AS: Cukup sudah.

Ditulis oleh:
Nury Vittachi

Terjemahan:
Danial Indrakusuma


Halaman:

Komentar