Di pangkalan militer L'Ile Longue yang sunyi, lokasi rahasia armada kapal selam nuklir Prancis, Presiden Emmanuel Macron menyampaikan pesan yang tegas. Pada hari Senin itu, ia mengumumkan negaranya bakal menambah jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki. Langkah ini, menurutnya, adalah sebuah keharusan.
"Pembaruan arsenal kami adalah hal yang penting," ujar Macron dengan nada serius.
"Saat ini kita berada dalam situasi geopolitik yang penuh gejolak dan risiko. Itulah sebabnya saya memerintahkan penambahan jumlah hulu ledak nuklir dalam arsenal kami."
Pernyataannya itu bukan tanpa alasan. Prancis, satu-satunya kekuatan nuklir di Uni Eropa, merasa perlu memperkuat posisinya. Macron sebelumnya bahkan pernah menawarkan peran Prancis sebagai "pelindung nuklir" bagi sekutu-sekutu Eropanya. Tawaran itu muncul dari rasa was-was terhadap hubungan keamanan dengan Amerika Serikat yang dinilai kian tak menentu.
Strategi dan Kekuatan yang Ada
Macron juga menyelipkan filosofi yang agak puitis di tengah penjelasan strategisnya. "Siapa pun yang ingin bebas harus ditakuti. Siapa pun yang ingin ditakuti harus kuat," katanya. Meski begitu, ia tak merinci berapa banyak tambahan hulu ledak yang akan diproduksi.
Faktanya, Prancis saat ini punya sekitar 290 hulu ledak nuklir. Jumlah itu menempatkannya di peringkat keempat dunia, masih di bawah AS, Rusia, dan Cina. Kekuatannya tak main-main: empat kapal selam nuklir yang bisa menyelam berbulan-bulan dengan jangkauan ribuan kilometer, plus skuadron jet tempur Rafale yang mampu membawa rudal jelajah nuklir.
Tak cuma menambah jumlah, doktrin nuklir Prancis juga akan diperluas. Macron menyebut kerja sama yang lebih erat dengan beberapa negara Eropa, seperti Jerman, Polandia, hingga Belgia. Ini sinyal jelas bahwa Paris ingin mengajak lebih banyak sekutu ke dalam lingkaran strategi pertahanannya.
Artikel Terkait
Dua Pengacara Divonis 14 dan 16 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Hakim Minyak Goreng
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Silaturahmi dengan Mantan Kepala Negara dan Pimpinan Parpol
Mendagri Tito: Keberhasilan Kepala Daerah Diukur dari Jumlah Warga yang Punya Rumah Layak
Penghubung Permanen JIS-Ancol Rampung, Siap Diresmikan Mei