Di sisi lain, Eggi justru memuji sikap Jokowi. Ia mengakui akhlak presiden itu dalam menyambutnya. "Secara akhlak, saya harus akui beliau luar biasa. Beliau menerima kami dengan sangat baik, padahal beliau merasa sebagai pihak yang difitnah," ucap Eggi. "Saya merasa dalam hal akhlak, Jokowi jauh lebih baik."
Pujian itu tak lantas membuatnya luncur terhadap semua pihak. Eggi menyindir sejumlah nama yang dianggapnya cari sensasi. "Kan ada Roy Suryo dan kawan-kawan yang merasa jagoan, dia lawan aja tuh," sindirnya dengan nada khas.
Yang menarik, dalam pertemuan penting itu, soal keaslian ijazah justru nyaris tak tersentuh. Eggi mengungkapkan, pembicaraan sudah melompat ke tahap saling memahami. "Tidak ada pembahasan soal ijazah di sana. Kata Pak Jokowi, itu tidak penting lagi, yang penting bicara ke depan," ungkapnya.
Dengan SP3 yang sudah keluar, Eggi menganggap persoalan hukumnya rampung secara administratif. Meski begitu, prinsip-prinsip hukum yang ia perjuangkan tetap dipegangnya.
Sebelum berangkat, ia juga menertibkan pihak-pihak yang dianggapnya ikut nimbrung cari popularitas. Ia tegas menunjuk Elida Netti sebagai pengacara yang menangani urusan hukumnya. Untuk urusan komunikasi publik, ia serahkan sepenuhnya kepada wartawan senior Agusto.
Pernyataan terakhirnya itu terdengar tajam, sekaligus menjadi penegasan sebelum ia meninggalkan Indonesia untuk sementara waktu.
Artikel Terkait
Target Pajak 2025 Jeblok Rp 271 Triliun, Proyek Yayasan Jadi Sorotan
Cinta yang Mencairkan Hati Raja Iblis: Kisah Fenomenal Love Between Fairy and Devil
ICP Indonesia Terjun ke USD61,10, Dihantam Banjir Pasokan Global
Publik Soraki KPK Usai Yaqut Ditetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji