Dari Tanah Datar, kabar penting datang soal proyek infrastruktur besar di Sumatera Barat. Kementerian PUPR menargetkan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, khususnya seksi Sicincin menuju Bukittinggi, bisa mulai digarap pada Oktober 2026 mendatang. Target itu diungkapkan langsung oleh Menteri Basuki Hadimuljono di sela-sela kunjungan kerjanya, Selasa lalu.
"Kita memang sudah akan membangun jalan Tol Sicincin-Bukittinggi. Kita mulai Inshaallah Oktober 2026. Mudah-mudahan terlaksana," kata Basuki.
Soal anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp25,6 triliun, Menteri Basuki meminta semua pihak tak perlu cemas. Dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto sudah ada, mengingat proyek ini dinilai punya dampak positif yang besar bagi masyarakat Sumbar.
Tapi, ada satu hal yang dia tekankan. "Namun saya sangat berharap masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk benar-benar mendukung kementerian terkait urusan perlahanan," tegasnya.
Masalahnya sederhana tapi kerap pelik: lahan. Jika proses pembebasan lahan mandek, progres fisik pembangunan tol pasti akan tersendat. Basuki sendiri menyadari betapa rumitnya persoalan tanah di Sumbar. Dia pun mengingatkan semua pada kasus flyover Sitinjau Lauik yang hingga kini progresnya nol persen, semata-mata karena kendala lahan yang tak kunjung tuntas.
Menanggapi kekhawatiran itu, Anggota DPR RI Andre Rosiade menyebut langkah konkret sudah diambil. Dia mengaku telah meminta Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kapolda Sumbar untuk mengumpulkan para pihak terkait. Mulai dari Kepala BPN, gubernur, hingga bupati dan wali kota, untuk duduk bersama membahas pembebasan lahan.
"Rencananya nanti 6 April akan dibahas," ujar Andre.
Andre Rosiade yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR itu pun berharap masyarakat dan semua pemangku kepentingan bisa mendukung penuh. Baginya, akses tol ini bukan sekadar jalan beton. Lebih dari itu, ia adalah urat nadi baru yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Ranah Minang. Tanpa dukungan itu, target Oktober 2026 mungkin hanya akan jadi catatan di atas kertas.
Artikel Terkait
Menteri Fadli Zon Tegaskan Chattra Borobudur Terbuat dari Perunggu, Bukan Batu
Komisi I DPR Desak Pemerintah Hati-hati Soal Ancaman Blokir Wikipedia
Iran Ancam Tutup Kembali Selat Hormuz Menyusul Blokade AS
Harga Emas Antam Naik Signifikan, 1 Gram Tembus Rp2,8 Juta