Malam yang Hampir Menghabisi Nyawa Melaney Ricardo
Masa lalu tak selalu indah. Bagi presenter Melaney Ricardo, ada satu babak kelam yang hingga kini masih menyisakan trauma. Ia bahkan nyaris tak selamat.
Cerita ini ia ungkap dengan terbuka saat menjadi bintang tamu di acara FYP Trans7, Selasa lalu. Yang menarik, saat itu ia hadir bersama kedua orangtuanya, Ricardo Siahaan dan Sylvia Herawatie Boru Pardede. Awal obrolan memang seputar kondisi kesehatan sang ayah yang mengidap parkinson. Tapi perlahan, percakapan berbelok ke kenangan-kenangan lain, termasuk yang paling pahit.
Semuanya berawal dari sebuah pesta di kelab malam, kala Melaney masih remaja. Bersama teman-teman, ia menghabiskan apa saja yang ada di meja. Berlebihan. Tak disangka, tubuhnya ambruk. Ia kehilangan kendali.
"Aku almost that experience, nyaris meninggal dunia," ujar Melaney.
Ia menggambarkan pengalaman di luar nalar itu. "Aku melihat seperti roh gue hampir keluar dari badan gue, tapi guenya masih hang out sama teman-teman," kenangnya. Sebagai orang yang dikenal total, rupanya sifat itu juga ia bawa ke dunia hura-hura. Beruntung nyawanya terselamatkan, sementara beberapa teman sepergaulannya kala itu tak seberuntung dirinya.
"Aku Puji Tuhan masih bisa hidup, karena teman banyak party hura-hura itu meninggal, gue bisa aja saat itu meninggal," katanya, bersyukur.
Sebenarnya, kisah ini hampir tak pernah ia beberkan. Sang ibu bahkan sempat melarangnya membuka aib keluarga ini ke publik. Bagaimana tidak, ingatan itu masih terasa menyakitkan.
"Bokap nyokap gue taunya gue ngekost, gak tau gue nakal," ucap Melaney. Kejadiannya begitu kritis sampai-sampai temannya harus menelepon orangtuanya. "Waktu dibawa ke rumah sakit, kalau something happened to me itu masa bokap nyokap gak ada."
Keadaannya saat itu benar-benar parah. "Karena waktu itu, gue udah berbusa mulutnya," sambungnya. Begitu tiba di rumah sakit, ia jujur pada dokter. "Sampai di rumah sakit bilang ke dokter, saya habis party, dan dokter tau itu kenapa."
Hubungannya dengan sang ayah dulu memang kerap memanas, penuh ego. Namun, melihat putri semata wayangnya terbujur lemas, amarah sang ayah justru lenyap. Yang tersisa hanya kesedihan yang dalam.
"Justru papa mama pas lihat gue di rumah sakit gak marah, ya diam aja," tutur Melaney. Diam itu justru lebih menyayat. "Justru itu, gue sebagai anak ngerasa failed sebagai anak dan mengecewakan orangtua."
Momen itu menjadi titik balik. "Itu terakhir kali aku ikut party dan segala macam, berhenti total." Ia menyadari itu adalah 'tamparan' dari Tuhan. Tapi dampaknya ternyata berkepanjangan.
"Gue juga alami masalah mental lumayan lama. Gue selalu merasa ketakutan, paranoid," akuinya. Pikirannya tak pernah berhenti bekerja, penuh kecemasan. "Otak gue terus mikir, capek, ketakutan, kejang-kejang." Efek dari malam nahas itu ternyata bertahan dua hingga tiga tahun, bahkan datang dan pergi. "Orang gak pernah tau, masih on off gue sakitnya."
Melaney yakin, doa orangtuanyalah yang menyelamatkannya. "Mungkin saat itu gue udah lewat, tapi mama papa gue itu doa sih," pungkasnya, menutup kisah yang meninggalkan bekas begitu dalam.
Artikel Terkait
Kisah Intel Kopassus yang Sembunyikan Istri Panglima GAM
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Tenggara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Kemenpora dan Kemendiktisaintek Sepakati Kerja Sama Perkuat Olahraga Kampus
Anggota DPR Desak Promosi Wisata Banyumas Dioptimalkan lewat Media Sosial