"Seluruh personel dan armada kami sebar di 25 lokasi rawan banjir untuk mempercepat penanganan sampah sekaligus menjaga fungsi drainase kota tetap berjalan dengan baik," jelas Asep.
Di sisi lain, ada pola penanganan khusus yang diterapkan. Selama musim hujan, Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) disiagakan penuh di sembilan titik rawan. Mereka akan memaksimalkan 29 unit saringan sampah otomatis yang dipasang di sungai-sungai.
Personel di lapangan sendiri dilengkapi dengan berbagai perlengkapan pendukung, mulai dari kubus apung hingga tangki air bersih.
Dengan sistem siaga ini, targetnya jelas. "Kami berupaya mencegah sampah menyumbat saluran air serta menjaga kelancaran aliran sungai, sehingga dampak banjir dapat ditekan secara efektif," papar Asep.
Harapannya sederhana tapi penting. "Warga dapat segera kembali beraktivitas di lingkungan yang aman dan bersih," tutupnya. Upaya besar-besaran ini diharapkan bisa meredam dampak banjir dan mempercepat pemulihan.
Artikel Terkait
Ketika Bumi Menolak, Langit Menyambut: Kisah Perjalanan Nabi yang Tak Mudah Diterima
Suara Rakyat Tersesat di Balik Dinding DPRD
Shalat Bukan untuk Mudahkan Hidup, Tapi untuk Menguatkan Jiwa
Tanggul Kalimalang Jebol, Ratusan Rumah di Karawang Terendam