Menu makan bergizi gratis yang seharusnya jadi berkah, malah berujung petaka di Kabupaten Majene. Puluhan orang, mulai dari balita, anak sekolah, hingga ibu hamil, mendadak sakit usai menyantap hidangan itu. Dinas Kesehatan setempat pun langsung bergerak cepat, menetapkan peristiwa ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Korban ternyata tidak cuma balita. Menurut perkembangan laporan, ibu menyusui dan beberapa guru juga ikut menjadi korban. Mereka semua makan menu MBG yang dibagikan di sekolah dan posyandu pada Selasa lalu.
Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, membeberkan rinciannya. Menu itu dimasak dan dibagikan dalam dua tahap, menjangkau tujuh desa di Kecamatan Tubo Sendana.
"Untuk sekolah, ada 2.644 ompreng yang didistribusikan. Sementara untuk sasaran balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, jumlahnya 831 ompreng," jelas Nursyamsi, Selasa (13/1/2026).
Gejalanya mulai muncul menjelang malam. Sekitar pukul 20.30 Wita, banyak korban mengeluh sakit kepala, demam, mual, hingga muntah dan diare. Mereka pun berduyun-duyun dilarikan ke Puskesmas Sendana II dan Puskesmas Salutambung.
"Begitu tiba di Puskesmas, pasien langsung kami tangani sesuai keluhan masing-masing," katanya.
Syukurlah, tidak ada korban jiwa atau pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit. Meski begitu, kondisi saat ini masih cukup mencemaskan. Data terakhir menunjukkan 38 orang masih dirawat di Puskesmas Sendana II, 2 orang di Salutambung, 1 orang dinyatakan sembuh, dan 9 lainnya memilih perawatan mandiri di rumah.
Artikel Terkait
Muara Baru Berbenah: 120 Petugas Dikerahkan untuk Atasi Gunungan Sampah
Amien Rais Sebut Dinasti Jokowi Tamat, Ijazah Palsu Jadi Pukulan Telak
Restorative Justice Diusulkan untuk Kasus Ijazah Palsu yang Libatkan Nama Jokowi
Saldo JakLingko Ludes Dicuri, Pelaku Berdalih Butuh Uang Beli Susu Anak