Brian Yuliarto: 82 Kampus Turun Langsung Bantu Pemulihan Pascabencana Sumatera

- Kamis, 15 Januari 2026 | 18:30 WIB
Brian Yuliarto: 82 Kampus Turun Langsung Bantu Pemulihan Pascabencana Sumatera

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, baru-baru ini membeberkan langkah konkret kementeriannya untuk membantu pemulihan pascabencana di Sumatera. Upaya ini, kata dia, merupakan respons langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sebuah pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Kamis lalu, Brian berbicara di hadapan Presiden dan seribu akademisi. Ia menjelaskan bagaimana Kemendiktisaintek mengerahkan puluhan kampus untuk turun langsung ke daerah terdampak.

"Menindaklanjuti arahan langsung Bapak Presiden terkait penanganan bencana khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, perguruan tinggi yang ada bersama-sama dengan kementerian telah melakukan kegiatan di tiga provinsi mencakup 31 kabupaten dan kota, 104 kecamatan dengan melibatkan 82 perguruan tinggi," jelas Brian.

Angka yang disebutkan cukup signifikan. Tak tanggung-tanggung, 82 perguruan tinggi itu mengirimkan hampir 3.750 personel kesehatan ke lapangan. Rinciannya, ada 2.260 tenaga medis mulai dari dokter umum, spesialis, hingga mahasiswa kedokteran ditambah 1.267 tenaga kesehatan lain dan 219 relawan umum.

Brian menegaskan, peran kampus dalam situasi seperti ini harus lebih dari sekadar pengamat. "Perguruan tinggi tentu hadir bukan hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai solusi bagi bangsa," ucapnya tegas.

Di sisi lain, ia juga memaparkan potensi besar yang dimiliki dunia perguruan tinggi nasional saat ini. Jumlahnya mencapai 4.614 kampus, baik negeri maupun swasta. Mereka didukung oleh lebih dari 300 ribu dosen dan hampir 10 juta mahasiswa aktif yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Menurut Brian, inilah aset bangsa yang sesungguhnya. "Tentunya ini akan menjadi sumber daya manusia unggul untuk berperan dalam memajukan bangsa," pungkasnya. Sebuah harapan yang wajar, mengingat besarnya kontribusi yang sudah mereka tunjukkan di tengah musibah.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar