Menteri Agama Nasaruddin Umar tiba di Kantor Kementerian Agama untuk mengikuti rangkaian sidang Isbat penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah, yang diawali dengan seminar posisi hilal. Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Kementerian Agama itu menjadi penanda dimulainya prosesi penting bagi umat Islam Indonesia dalam menentukan awal bulan Zulhijah.
Berdasarkan pantauan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/5/2026), Nasaruddin memasuki ruang seminar posisi hilal sekitar pukul 16.30 WIB. Begitu menteri agama duduk di tempatnya, seminar posisi hilal pun segera dimulai. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian para narasumber naik ke panggung untuk bersiap menyampaikan paparan astronomi.
Dalam seminar ini, tim hisab rukyat Kementerian Agama memaparkan data astronomi terkini mengenai posisi hilal. Sementara itu, panitia juga menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Data dari seluruh titik pemantauan itu menjadi bahan pertimbangan utama dalam sidang isbat nanti.
Proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan dua metode sekaligus, yaitu hisab yang merupakan perhitungan astronomi dan rukyat berupa pengamatan hilal secara langsung. Kedua pendekatan ini saling melengkapi untuk menghasilkan keputusan yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syariat.
Sidang isbat sendiri dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00 WIB. Setelah seluruh pertimbangan matang, konferensi pers penetapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah akan digelar pada pukul 19.00 WIB untuk diumumkan kepada publik.
Artikel Terkait
30.000 Calon Jamaah Haji Indonesia Selesaikan Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta
Kadin Tahan Ekspansi Bisnis hingga 2026 Akibat Risiko Global dan Pelemahan Rupiah
Putra Mahmoud Abbas Rebut Kursi Komite Pusat Fatah, Marwan Barghouti Pimpin Suara Tertinggi
Kemenag Pantau Hilal di 88 Titik untuk Tentukan Awal Zulhijah 1447 H