Tapi secara struktural, kenyataannya berbeda. Kini, keputusan akhir ada di tangan AHY. Dialah yang menjadi "veto player", penentu arah kebijakan Demokrat ke depan.
"Pernyataan 'satu-satunya matahari' itu, "the one and only", ya hanya AHY," ujar Adi.
"Ini semua dikaitkan dengan upaya membangun momentum. Agar Demokrat tetap kompetitif di masa datang."
Belakangan, publik memang mempersepsikan Partai Demokrat sedang serius mempersiapkan AHY untuk kontestasi 2029. Posisinya sebagai Menko Infrastruktur dinilai strategis, mampu mendongkrak elektabilitas. Tak heran jika namanya kerap muncul di survei, setidaknya sebagai calon wakil presiden potensial.
Kesimpulan Adi cukup jelas: pernyataan SBY itu adalah penegasan. Garis komando dan masa depan partai, kini sepenuhnya dipegang AHY.
"Inilah yang membuat bobot kepemimpinan AHY selalu diperbincangkan. Dia dilihat punya bekal, dinilai potensial untuk jadi salah satu calon pemimpin kita nanti," pungkas Prayitno.
Artikel Terkait
Partai Gema Bangsa Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Pemerintah Ambil Langkah Diplomasi
Polrestabes Makassar Perketat Pengamanan Ramadan, Larang Sahur on The Road
PKB Kecam Serangan Udara ke Pemimpin Iran, Desak PBB Selidiki Pelanggaran Hukum Internasional
Film Kolosal Macan Betina dari Timur Angkat Kisah Pahlawan Luwu Opu Daeng Risadju