Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer dan Ubah Sistem Penyaluran Jadi Langsung Per Bulan

- Senin, 02 Maret 2026 | 14:45 WIB
Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer dan Ubah Sistem Penyaluran Jadi Langsung Per Bulan

TVRINews - Jakarta

Langkah strategis perkuat kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN melalui skema penyaluran langsung setiap bulan.

Pemerintah Indonesia akhirnya mengambil langkah konkret. Menanggapi aspirasi yang terus mengemuka, kebijakan terkait kesejahteraan guru honorer dan non-ASN kini diperkuat. Ini adalah upaya nyata untuk memberikan perlindungan dan apresiasi yang lebih layak bagi para pendidik di lapangan.

Memang, secara administratif guru-guru honorer ini berada di bawah pemda. Tapi, pemerintah pusat tak tinggal diam. Lewat pernyataan Sekretariat Kabinet, komitmen untuk memberikan dukungan finansial tambahan ditegaskan kembali. Intinya, mereka tak mau lepas tangan begitu saja.

Nah, yang paling menyita perhatian adalah soal angkanya. Coba bayangkan, nilai insentif untuk guru honorer nyaris tak beranjak selama dua dekade. Keadaan itu baru berubah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Kini, besaran insentifnya naik menjadi Rp 400.000.

Tak cuma itu. Untuk tunjangan guru non-ASN, pemerintah juga melakukan penyesuaian. Dari sebelumnya Rp 1,5 juta, angka itu dinaikkan menjadi Rp 2 juta per tahun.

Mekanisme Baru, Harapan Baru

Namun, kebijakan ini bukan cuma soal menambah nominal. Pemerintah rupanya juga belajar dari keluhan yang kerap muncul. Dulu, penyaluran dana tunjangan itu dirapel per tiga bulan dan lewat transfer daerah. Prosesnya kerap berbelit dan lambat.

Sekarang, sistemnya dirombak total. Penyaluran dilakukan langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Langkah ini diharapkan bisa memutus mata rantai keterlambatan yang sudah jadi masalah klasik.

"Tahun lalu, Presiden memberikan instruksi agar setiap bulan (insentif) itu langsung diberikan kepada gurunya, dan sudah berjalan,"

Demikian penegasan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, seperti dikutip dari akun media sosial @sekretariat.kabint.

Masa Transisi dan Komitmen Keberlanjutan

Di sisi lain, di tengah masa transisi ini, pemerintah memastikan tidak akan ada pengurangan program pendidikan. Justru sebaliknya. Program yang ada akan terus dilanjutkan, bahkan dengan skala dan detail yang lebih menyeluruh.

Fokusnya meliputi banyak hal: dari penguatan sarana sekolah, peningkatan kualitas siswa, tentu saja, hingga kesejahteraan para guru itu sendiri. Untuk memastikan semua ini berjalan efektif dan tepat sasaran, koordinasi kini dipusatkan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Dikdasmen).

Harapannya jelas. Dengan langkah-langkah ini, semangat para pahlawan tanpa tanda jasa di garda terdepan pendidikan nasional bisa terus terjaga.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar