Catatan Kritis Rektor UTM di Istana: Ada Anomali di Balik Data Ekonomi
Di ruang pertemuan Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para rektor dan guru besar. Forum itu bertujuan mendengar langsung suara kampus. Salah satu yang hadir adalah Rektor Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta, Prof. Agus Suradika. Dan ia pulang dengan catatan yang cukup menggelitik.
Menurut Agus, pemerintah memang tak tutup-tutupi soal data. Angka pertumbuhan, kemiskinan, pengangguran, semuanya tersaji. Tapi di situlah masalahnya. Data-data itu justru memperlihatkan sesuatu yang janggal.
Ujarnya kepada wartawan, Kamis lalu. Ada kesenjangan yang nyata antara statistik makro dan kondisi riil di lapangan. Namun begitu, ia tak menampik ada hal positif dari pertemuan itu.
Yang paling ia apresiasi adalah sikap Presiden yang mengajak akademisi terlibat. Bukan sekadar jadi penonton, tapi bagian dari solusi. “Ini sinyal kuat,” katanya, “bahwa pemerintah ingin membangun kebijakan bersama basis keilmuan.”
Nah, soal komitmen nyata, Prabowo juga menyebutkan rencana konkret. Anggaran riset nasional bakal dinaikkan, dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Langkah ini dinilai Agus sangat krusial.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Soroti Alasan Fufufafa Tak Boleh Hanya Dilupakan
Dr. GT Ng Soroti Keunikan Pemilu: Dari Somalia yang Lambat hingga Fenomena Hasil Sudah Diketahui di Indonesia
Kakeh Kardan Hilang di Hutan Pekuncen, Pencarian Dihadang Tebing dan Hujan
Islah di Lirboyo Buka Jalan, Muktamar ke-35 NU Segera Digulirkan