tambahnya.
Di sisi lain, ada satu pendekatan lain yang menurutnya patut dicatat. Presiden disebutkannya semakin kukuh pada evidence-based policy. Kebijakan harus berdasar fakta, bukan kira-kira. Contoh nyatanya? Pencabutan izin pengelolaan lahan yang bermasalah, jutaan hektare luasnya.
jelas Prof. Agus.
Baginya, kombinasi antara kebijakan berbasis data dan keberanian bertindak itulah kuncinya. Itu modal untuk menggerus ketimpangan dan mendongkrak kesejahteraan secara berkelanjutan.
Pertemuan di Istana itu mungkin baru awal. Tapi Agus tampak optimis. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan menara gading, serta keputusan yang berpijak pada bukti, masalah pengangguran dan kemiskinan bisa diatasi lebih terarah. Begitulah harapannya.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Soroti Alasan Fufufafa Tak Boleh Hanya Dilupakan
Dr. GT Ng Soroti Keunikan Pemilu: Dari Somalia yang Lambat hingga Fenomena Hasil Sudah Diketahui di Indonesia
Kakeh Kardan Hilang di Hutan Pekuncen, Pencarian Dihadang Tebing dan Hujan
Islah di Lirboyo Buka Jalan, Muktamar ke-35 NU Segera Digulirkan