Di luar pagar pusat penahanan Zona 7, suasana tegang bercampur haru. Sejak dini hari, Selasa (13/1) lalu, keluarga-keluarga tahanan sudah berkumpul. Mereka juga memadati area Universitas Pusat Caracas. Tuntutan mereka sederhana, tapi berat: bukti nyata bahwa orang-orang yang mereka cintai masih bernapas, dan segera dibebaskan.
Raiderys Chourio adalah salah satu yang tak mau beranjak. Kakaknya, Renny, hilang sejak akhir November tahun lalu. "Kami ingin bertemu saudara-saudara kami, kami ingin memeluk mereka," ujarnya, suaranya lirih namun penuh tekad. Ia dan yang lain bersumpah akan tetap di sana, menunggu kejelasan yang tak kunjung datang.
Di sisi lain, pemerintah justru mengumumkan kabar baik. Jorge Rodriguez, ketua parlemen, menyebut lebih dari 400 orang telah dibebaskan sebagai bagian dari proses yang sedang berjalan. Janji itu menggantung, terdengar manis di udara.
Artikel Terkait
Air Mata dan Kebebasan: Laras Divonis 6 Bulan, Langsung Pulang ke Rumah
Jenazah Diantar Perahu, Warga Pati Berjuang di Tengah Banjir yang Melumpuhkan
Cahaya Biru Misterius di Langit Padang, Ternyata Bukan Aurora
Siapkan Tas Darurat, Jangan Panik: Ini Barang Wajib untuk Antisipasi Isu Publik