Di luar pagar pusat penahanan Zona 7, suasana tegang bercampur haru. Sejak dini hari, Selasa (13/1) lalu, keluarga-keluarga tahanan sudah berkumpul. Mereka juga memadati area Universitas Pusat Caracas. Tuntutan mereka sederhana, tapi berat: bukti nyata bahwa orang-orang yang mereka cintai masih bernapas, dan segera dibebaskan.
Raiderys Chourio adalah salah satu yang tak mau beranjak. Kakaknya, Renny, hilang sejak akhir November tahun lalu. "Kami ingin bertemu saudara-saudara kami, kami ingin memeluk mereka," ujarnya, suaranya lirih namun penuh tekad. Ia dan yang lain bersumpah akan tetap di sana, menunggu kejelasan yang tak kunjung datang.
Di sisi lain, pemerintah justru mengumumkan kabar baik. Jorge Rodriguez, ketua parlemen, menyebut lebih dari 400 orang telah dibebaskan sebagai bagian dari proses yang sedang berjalan. Janji itu menggantung, terdengar manis di udara.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Makassar 2-3 Maret 2026
BEM UGM Sebut Kemarahan ke Prabowo Akumulasi Kritik yang Tak Didengar
Prakiraan Hujan Ringan Dominan di Sulsel Besok, Waspada Angin Kencang
Kiai Syukron: Prabowo Jangan Mundur, Pemberantasan Korupsi Seperti Tabrak Karang