Di luar pagar pusat penahanan Zona 7, suasana tegang bercampur haru. Sejak dini hari, Selasa (13/1) lalu, keluarga-keluarga tahanan sudah berkumpul. Mereka juga memadati area Universitas Pusat Caracas. Tuntutan mereka sederhana, tapi berat: bukti nyata bahwa orang-orang yang mereka cintai masih bernapas, dan segera dibebaskan.
Raiderys Chourio adalah salah satu yang tak mau beranjak. Kakaknya, Renny, hilang sejak akhir November tahun lalu. "Kami ingin bertemu saudara-saudara kami, kami ingin memeluk mereka," ujarnya, suaranya lirih namun penuh tekad. Ia dan yang lain bersumpah akan tetap di sana, menunggu kejelasan yang tak kunjung datang.
Di sisi lain, pemerintah justru mengumumkan kabar baik. Jorge Rodriguez, ketua parlemen, menyebut lebih dari 400 orang telah dibebaskan sebagai bagian dari proses yang sedang berjalan. Janji itu menggantung, terdengar manis di udara.
Namun begitu, angka itu diragukan banyak pihak. Kelompok hak asasi seperti Foro Penal punya catatan lain. Mereka memperkirakan, setidaknya 800 tahanan politik masih terkurung di seluruh Venezuela awal tahun ini jauh lebih banyak dari klaim pembebasan. Rasanya, janji pemerintah tak sebanding dengan kepedihan yang dirasakan keluarga di luar penjara.
Pemerintah sendiri bersikukuh. Mereka membantah menahan siapa pun atas dasar politik. Menurut pernyataan resmi, sebagian besar dari sekitar 2.000 orang yang ditahan pasca protes pemilu 2024 yang panas sudah kembali ke rumah.
Tapi coba tanyakan pada keluarga yang masih berjaga. Bagi mereka, pernyataan itu hanyalah angka dan kata-kata. Yang nyata hanyalah ketidakpastian, dan kerinduan akan pelukan yang tertunda terlalu lama.
Artikel Terkait
Kisah di Balik Nama Unik Klinik Lacasino, Warisan dr. Farid Husain di Makassar
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa