Penyelenggara MBG di Lembata Bantah Tuduhan Ulat dalam Daging Ayam, Minta Pemeriksaan Lab

- Jumat, 17 April 2026 | 11:25 WIB
Penyelenggara MBG di Lembata Bantah Tuduhan Ulat dalam Daging Ayam, Minta Pemeriksaan Lab

Video itu menyebar cepat di media sosial. Tampak jelas, beberapa ulat bergerak-gerak di atas potongan daging ayam dalam wadah makanan. Menu itu bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di TK Negeri 3 Nubatukan, Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Dalam rekaman yang beredar, suara seseorang terdengar heran sekaligus jijik.

“Ini ulat ini, ada banyak di dalam daging. Ini ulat semua. MBG hari ini daging ayam ungkep kah apa ini?”

Menu kontroversial itu diketahui disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 01 Lamahora. Reaksi pun berdatangan, mempertanyakan standar kebersihan dan keamanan pangan untuk konsumsi anak-anak.

Menanggapi hal ini, Kepala SPPG MBG 01 Lamahora, Hanny Chandra, akhirnya angkat bicara. Dia membantah keras tuduhan bahwa makanan yang dibagikan penuh dengan ulat. Menurut Hanny, total ada 3.200 bungkus makanan yang didistribusikan hari itu.

“Ulat semua itu tidak benar. Hanya satu ompreng, tapi kami juga tidak temukan ulat. Dan guru bilang ulatnya masuk ke dalam daging,”

ujarnya, Jumat (17/4).

Meski begitu, viralnya video tersebut sudah berbuah konsekuensi. Hanny mengaku telah mendapat teguran langsung dari Bupati Lembata, Kanis Tuaq. Namun, dia bersikukuh bahwa semua tudingan perlu dibuktikan secara ilmiah, bukan sekadar dari video.

Dia pun menantang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita omong harus pakai bukti. Kami akan memberikan penjelasan. Kami minta Dinas Kesehatan (Dinkes), isi ayam yang kemarin busuk itu untuk dicek di laboratorium,”

pungkas Hanny. Permintaannya jelas: bukti laboratorium yang akan menentukan apakah memang ada kelalaian atau ini sekedar insiden yang di blown-up.

Kasus ini tentu menyisakan tanda tanya besar. Di satu sisi, ada rekaman visual yang sulit dibantah. Di sisi lain, penyelenggara program menyangkal dan menuntut pembuktian. Yang pasti, kepercayaan publik terhadap program makanan gratis untuk anak ini sedang diuji.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar