Detik-Detik Evakuasi Korban Helikopter yang Jatuh di Sekadau
Proses evakuasi korban kecelakaan helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat, akhirnya bisa dilakukan. Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membeberkan kronologinya. Semua dimulai sekitar pukul sepuluh malam, saat tim gabungan berhasil mengangkat korban dari reruntuhan pesawat di puncak bukit.
“Selanjutnya, tim melaksanakan penurunan korban dari lokasi puncak bukit menuju Posko Lapangan SAR Gabungan, yang rampung pada pukul 05.00 WIB,”
ujarnya dalam keterangan resmi Jumat pagi tadi.
Langkah berikutnya berjalan cepat. Begitu tiba di posko, korban segera dipindahkan ke ambulans. Tepat pukul 05.52 WIB, proses itu selesai. Tidak tanggung-tanggung, delapan unit ambulans disiagakan untuk membawa korban. Konvoi itu kemudian bergerak menuju Yonif 642/Kapuas di Sanggau pukul 06.05 WIB, dikawal ketat oleh Forider Polres setempat.
“Estimasi waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam 30 menit, dengan perkiraan tiba pukul 08.30 WIB,”
tambah Junetra. Perjalanan darat yang cukup melelahkan, mengingat medan yang tidak mudah.
Namun begitu, tim juga punya opsi lain. Dukungan udara tak dilupakan. Sebuah Helikopter Super Puma dikerahkan dari Lanud Supadio Pontianak menuju Lapangan Yonif 642 Sanggau. Penerbangan itu cuma butuh waktu 45 menit untuk menempuh jarak sekitar 81 Nautical Mile. Siap untuk antisipasi jika diperlukan.
“Seluruh rangkaian operasi evakuasi berjalan dengan lancar berkat sinergi dan koordinasi yang baik antara seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat di lapangan,”
ungkapnya menutup penjelasan.
Sayangnya, semua upaya itu hanya untuk memulangkan mereka yang telah tiada. Sebelumnya, seluruh penumpang helikopter telah dinyatakan meninggal dunia. Total ada delapan orang di dalamnya: enam penumpang dan dua awak kabin.
Berdasarkan data yang beredar, kedua kru tersebut adalah pilot Captain Marindra W. dan EOB Harun Arasyid. Sementara nama-nama penumpangnya adalah Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito. Sebuah daftar yang kini hanya tinggal kenangan.
Artikel Terkait
DKI Jakarta Perkuat Cadangan dan Bantu Daerah Pemasok Antisipasi El Nino hingga 2026
DPN Tani Merdeka Unjuk Rasa di Polda Metro, Tuntut Proses Hukum untuk Feri Amsari
Menteri Desa Kenakan Busana Adat Sasak, Tekankan Kolaborasi di HUT Lombok Barat
Anggota Komisi X DPR Apresiasi Kebijakan Sekolah Gratis dan Penghapusan Komite di Lampung