Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

- Jumat, 17 April 2026 | 10:00 WIB
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Menyambut Idul Adha tahun ini, suasana di Kabupaten Bone tampak sedikit berbeda. Bukan hanya soal persiapan ibadah, tapi juga kesibukan petugas di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Mereka sedang getol melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan hewan ternak. Tujuannya jelas: memastikan setiap hewan kurban yang disembelih nanti benar-benar sehat dan layak makan.

Layanan pemeriksaan kesehatan hewan pun digelar gratis untuk masyarakat. Ini langkah konkret mencegah penyebaran penyakit, terutama PMK yang sempat mengkhawatirkan di tempat lain.

drh. Agusriadi, yang saat ini menjabat Plt. Kepala Dinas, sendiri turun ke lapangan. Ia terlihat mengecek dan mengambil sampel sapi calon kurban di Kecamatan Tanete Riattang.

"Bagi warga yang mau memeriksakan sapinya, silakan hubungi petugas di kecamatan. Gratis, tidak dipungut biaya," ujarnya, Kamis lalu.

Menurut Agusriadi, Kabupaten Bone patut bersyukur. Sepanjang 2026 ini, kasus PMK masih nihil alias nol. Tapi, itu bukan alasan untuk lengah. Upaya pencegahan justru digenjot maksimal. Vaksinasi di seluruh kecamatan terus digalakkan.

"Pemeriksaan dan pengambilan sampel ini kan penting banget," jelasnya. "Kita bisa deteksi potensi penyakit lebih awal, sebelum hewan itu didistribusikan atau akhirnya disembelih."

Di sisi lain, pengawasan lalu lintas hewan benar-benar diperketat. Setiap sapi yang hendak dikirim keluar daerah wajib diperiksa kesehatannya dulu. Prosedurnya harus jelas.

"Sapi yang mau dikirim keluar, ya harus dipastikan sehat dulu. Baik itu antar kabupaten maupun antar provinsi," katanya menegaskan.

Begitu pula sebaliknya. Sapi dari luar daerah yang masuk ke Bone tak bisa begitu saja melenggang. Mereka wajib melalui karantina, pemeriksaan, dan vaksinasi sebelum diizinkan beredar di pasar lokal.

"Setiap sapi yang masuk wajib lewat instalasi karantina. Diperiksa, divaksin, baru boleh masuk ke wilayah Bone," tegas Agusriadi.

Semua langkah ketat ini bukan tanpa perintah. Sebelumnya, Bupati Bone H Andi Asman Sulaiman sudah menginstruksikan dinas terkait untuk memperketat arus lalu lintas hewan. Harapannya, daging kurban yang dikonsumsi masyarakat nanti benar-benar terbebas dari aneka penyakit.

"Kami berharap, dengan antisipasi seperti ini, Idul Adha tahun ini bisa berjalan lancar. Dengan hewan kurban yang sehat dan tentu saja, aman," tutup Agusriadi mengakhiri penjelasan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar