Setelah dari Biak, perjalanan dilanjutkan ke Wamena, ibukota Papua Pegunungan. Suasana di sana terasa berbeda. Gibran bahkan sempat menyambangi Stadion Lapangan Pendidikan Itlay Ikinia untuk berolahraga dan bercengkerama dengan anak-anak dari SSB Wamena. Momen itu terlihat cair dan santai.
Namun begitu, agenda inti tetap berjalan. Di Wamena, Gibran kembali menggalang sinergi dengan Pemda, Forkopimda, dan para tokoh masyarakat Jayawijaya. Ia juga bertemu dengan pelaku ekonomi kreatif. Tujuannya, mendengar langsung aspirasi mereka dan mendorong pengembangan ekonomi yang mengandalkan potensi lokal.
Rombongan pun menyambangi Pasar Potikelek. Di tengah keriuhan pasar, Gibran mengecek langsung distribusi bahan pokok. Ia ingin memastikan perputaran ekonomi berjalan lancar. Ribka yang turut serta juga ikut berdialog, menyerap berbagai keluhan dan harapan dari warga yang berjualan di sana.
Satu agenda penting lainnya adalah meninjau Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 1 Wamena. Mereka memeriksa kesiapan sarana dan kualitas layanannya. Apakah program ini benar-benar berdampak baik bagi siswa? Itu yang ingin dipastikan.
Pada akhirnya, kehadiran Gibran dan Ribka secara intensif selama dua hari itu memberi sinyal yang kuat. Pemerintah pusat hadir, dan klaim komitmen untuk Papua bukan sekadar wacana. Ribka sendiri menegaskan, pemerintah akan terus mengawal proses pembangunan di tanah Papua. Tujuannya satu: kesejahteraan yang lebih baik untuk masyarakatnya.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Rektor dan Guru Besar, Bahas Strategi Pendidikan Hadapi Gejolak Global
RUU Hukum Acara Perdata Digodok, Aturan Perampasan Aset hingga E-Court Masuk Bahasan
Sidang Parlemen Singapura Panas, Sindikat Bayi Rp 254 Juta Per Anak Jadi Sorotan
KPK Hentikan Tradisi Pajang Tersangka di Konferensi Pers