109 Tiang Monorel Rasuna Said Mulai Dibongkar, Target Rampung 2026

- Kamis, 15 Januari 2026 | 09:42 WIB
109 Tiang Monorel Rasuna Said Mulai Dibongkar, Target Rampung 2026

Pembongkaran Dimulai, 109 Tiang Monorel di Rasuna Said Akan Rampung 2026

Rabu pagi (14/1) lalu, suasana di sekitar Stasiun LRT Setiabudi sisi Timur tampak berbeda. Alat berat mulai beraktivitas, menandai dimulainya proses pembongkaran tiang-tiang monorel yang sudah lama terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengambil langkah konkret untuk membersihkan kawasan strategis itu.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turun langsung meninjau lokasi, menyebut total ada 109 tiang yang akan dihilangkan. Rentangannya dari sekitar stasiun LRT hingga ke area dekat Gran Melia Hotel.

“Semuanya akan ditata rapi. Saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said semakin baik,” kata Pramono.

Ia berharap, langkah ini tak cuma mempercantik wajah kota, tapi juga meredam kemacetan yang kerap menyita waktu warga. Targetnya, pekerjaan pembongkaran dengan anggaran Rp 254 juta ini bisa tuntas seluruhnya pada September 2026.

“Untuk biaya pembongkarannya sendiri 254 juta. (Selesai) bulan September,” ujarnya.

Namun begitu, pembongkaran tiang hanyalah bagian dari proyek besar. Pemerintah provinsi juga menyiapkan penataan komprehensif untuk kawasan tersebut. Anggarannya tak main-main.

“Untuk penataan secara keseluruhan nanti ada pedestrian, saluran trotoar, penerangan jalan umum, sarana kelengkapan lainnya, dan juga tentunya estetika dari taman yang ada. Diperkirakan Rp 102 miliar,” sambung Gubernur.

Momen peninjauan itu juga dihadiri sejumlah tokoh. Wakil Gubernur Rano Karno hadir, begitu pula mantan Gubernur Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos. Kehadiran Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta Patris Yusrian Jaya dan perwakilan KPK, Brigjen Pol Bachtiar Ujang Purnama, turut menyemarakkan agenda.

Pramono secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Kejati DKI dan KPK.

“Karena pada waktu itu, secara khusus saya juga melaporkan kepada KPK, supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari,” tambahnya, menegaskan komitmen transparansi proyek ini.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan DKI punya prediksi yang cukup optimis. Kepala Dishub Syafrin Liputo menyebut pembongkaran tiang monorel ini bisa mendongkrak kinerja lalu lintas di Rasuna Said hingga 18 persen.

“Hasil asesmen kami, dengan ada penambahan satu lajur cepat dan dihilangkan median pemisah, akan ada perbaikan sekitar 18 persen unjuk kerja jaringan di Rasuna Said ini,” jelas Syafrin kepada awak media di lokasi.

Soal teknis, pekerjaan dirancang untuk minimalisir gangguan. Rekayasa lalu lintas dilakukan tanpa menutup jalan sepenuhnya. Semua dikerjakan pada malam hari, dengan skema satu tiang per malam.

Waktunya pun dipilih saat arus lalu lintas mulai sepi, yaitu dari pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB keesokan harinya. Penutupan lajur dilakukan secara bertahap, tentunya hanya di lajur lambat. Harapannya, aktivitas warga esok hari tidak terlalu terganggu oleh proyek pembenahan ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar