Laporan terkini dari InJourney Airports menunjukkan arus mudik lebaran tahun ini benar-benar bergerak cepat. Dalam tiga hari puncak, tepatnya 13 hingga 15 Maret 2026, tercatat ada 1,53 juta penumpang yang melintasi 37 bandara di bawah manajemen mereka. Angka itu melonjak, naik sekitar 14 persen dibanding periode serupa tahun 2025 yang 'hanya' 1,34 juta.
Tak cuma penumpang, lalu lintas pesawatnya juga ikut meroket. Pergerakan pesawat naik 9,5 persen menjadi sekitar 11.321 penerbangan. Tahun sebelumnya, angkanya berada di 10.327 penerbangan.
Menurut Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, lonjakan ini sangat wajar. Tradisi mudik masyarakat Indonesia untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman tetap jadi pendorong utama.
"Tapi, ada faktor lain yang bikin orang makin memilih terbang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
"Program pemerintah yang menurunkan harga tiket pesawat rute domestik kelas ekonomi jelas berkontribusi besar. Itu mendongkrak trafik penerbangan kita," tambah Pahlevi.
Nah, untuk mendukung program itu, InJourney Airports sendiri mengambil langkah dengan memotong tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar 50 persen. Tarif ini kan biasanya dibebankan ke harga tiket, jadi potongannya otomatis bikin harga tiket lebih ringan di kantong.
Di sisi lain, Pahlevi menegaskan bahwa seluruh bandara berhasil mengakomodir gelombang penumpang yang besar ini. Operasional berjalan lancar, tanpa ada gangguan berarti akibat kepadatan.
"Kuncinya ada di kolaborasi. Kerja sama yang erat dengan semua pemangku kepentingan memastikan kapasitas penerbangan tersedia dan peningkatan penumpang bisa dikelola dengan baik," katanya.
"Komitmen kami tetap sama: Melayani Sepenuh Hati. Mewujudkan angkutan Lebaran yang aman dan nyaman buat semua," pungkas Pahlevi.
Sebelum laporan ini dirilis, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sudah lebih dulu turun ke lapangan. Dia meninjau langsung kesiapan pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, terutama di terminal 1C dan 2D. Di sana, Menhub tak segan berinteraksi dengan calon penumpang buat memastikan standar pelayanan terjaga.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan proyeksi yang cukup besar. Diperkirakan, total penumpang di semua bandara InJourney Airports selama masa angkutan Lebaran tahun ini bisa menyentuh angka 9 juta orang. Sebuah gambaran betapa besarnya gelombang perjalanan yang harus dihadapi.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun