49 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal, Dua Wafat dalam Perjalanan Pulang

- Jumat, 05 Juni 2026 | 01:40 WIB
49 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal, Dua Wafat dalam Perjalanan Pulang

Sebanyak 49 jemaah haji asal embarkasi Surabaya dilaporkan meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Dua di antaranya wafat dalam perjalanan pulang menuju Tanah Air, tepatnya saat berada di dalam pesawat dan di dalam bus.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, As'adul Anam, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi korban jiwa hingga hari keempat masa pemulangan. Dari total 49 jemaah yang wafat, sebanyak 47 orang meninggal saat masih berada di Arab Saudi, baik selama menjalani rangkaian ibadah maupun sebelum proses kepulangan.

"Dua jemaah lainnya, yang berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) 12 asal Malang, Jawa Timur, meninggal dunia dalam perjalanan pulang ke Indonesia," ujar As'adul Anam dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Kedua peristiwa itu terjadi di dua titik berbeda. Seorang jemaah wafat di dalam pesawat saat penerbangan menuju Indonesia. Sementara itu, jemaah lainnya meninggal di dalam bus ketika rombongan tengah bertolak dari bandara menuju Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, faktor kelelahan akut diduga kuat menjadi penyebab utama meninggalnya kedua jemaah lanjut usia tersebut. Kondisi fisik yang terkuras usai menjalani rangkaian ibadah haji menjadi pemicu utama insiden ini.

Jemaah yang wafat di dalam pesawat teridentifikasi bernama Heri Widiyanto. Sedangkan jemaah yang meninggal di dalam bus adalah Rohani Suwasti.

PPIH Debarkasi Surabaya memastikan telah mengurus seluruh dokumen kematian dan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Proses penyerahan jenazah kepada keluarga di kampung halaman tengah diupayakan agar pemakaman dapat dilakukan secara layak.

As'adul Anam menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya para jemaah yang disebutnya sebagai tamu Allah tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar