Prabowo Tegaskan Pentingnya Sosial Humaniora dalam Pertemuan dengan 1.200 Akademisi

- Kamis, 15 Januari 2026 | 08:48 WIB
Prabowo Tegaskan Pentingnya Sosial Humaniora dalam Pertemuan dengan 1.200 Akademisi

Sejak pagi buta, suasana di sekitar Istana Negara sudah ramai. Para rektor dan dekan mulai berdatangan, banyak di antaranya sudah hadir sejak pukul setengah delapan pagi. Mereka tampak mengenakan jas almamater kampus masing-masing, menambah warna dan semarak di lokasi acara.

Rupanya, Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan khusus. Kali ini, beliau mengundang sekitar 1.200 orang dari kalangan guru besar, rektor, hingga dekan. Yang menarik, pertemuan Kamis (15/1) itu dikhususkan bagi mereka yang bergelut di bidang sosial dan humaniora.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, yang ditemui di Kompleks Istana, menjelaskan maksud dari pertemuan besar ini.

"Ini jumlah yang sangat besar. Dan pesannya jelas: Presiden sama sekali tidak memandang sebelah mata bidang sosial humaniora," ujarnya.

Stella melanjutkan, ada kekhawatiran di kalangan akademisi bahwa fokus pemerintah hanya tertuju pada sains dan teknologi. Pertemuan hari ini, katanya, adalah bukti nyata untuk meluruskan anggapan itu.

"Jadi, untuk saudara-saudara di akademisi yang mungkin merasa khawatir, itu tidak benar. Justru hari ini beliau khusus mengumpulkan kita semua dari sosial humaniora," tegas Stella.

Di sisi lain, ia juga memaparkan perkembangan positif di bidang pendanaan riset. Sejak kepemimpinan Prabowo, anggaran untuk riset melonjak drastis. Angkanya cukup mencengangkan: 218 persen. "Peningkatan yang sangat signifikan, hanya dalam waktu satu tahun," imbuhnya.

Tak hanya soal anggaran, ada kabar gembira lain untuk para peneliti di perguruan tinggi.

"Kami juga sudah berjuang keras, dan akhirnya berhasil. Mulai tahun ini, dosen peneliti yang memenangkan hibah riset akan menerima insentif finansial langsung," tandas Stella.

Kebijakan baru ini diharapkan bisa memacu semangat dan apresiasi lebih besar terhadap kerja-kerja penelitian di tanah air.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar