Di sisi lain, Tito melihat pergantian pejabat sebagai hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Langkah ini bisa menyegarkan suasana dan memberi angin segar bagi yang bersangkutan. “Mudah-mudahan semua bisa membantu saya,” harapnya.
Sebelum pelantikan, rupanya Tito sudah memantau kinerja para bawahannya. Ia mengaku hanya akan menempatkan orang-orang inovatif di posisi strategis. Bagi yang berprestasi, pintu untuk naik kelas selalu terbuka. Sebaliknya, yang kurang gesit mungkin harus siap digantikan.
Lantas, siapa saja yang dilantik? Tiga nama itu adalah Akmal Malik, kini resmi menjabat Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum. Lalu ada Cheka Virgowansyah yang memegang tampuk Dirjen Otonomi Daerah. Terakhir, Bahtiar yang dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan.
Artikel Terkait
Enam Pak Ogah di Exit Tol Rawa Buaya Akhirnya Dibekuk
Buruh Serbu DPR dan Kemnaker, Tuntut UMP Jakarta Rp5,89 Juta
Warga Cipendawa Hadang Alat Berat, Tolak Proyek Panas Bumi di Gunung Gede
Di Tengah Gemerlap Dunia Maya, Hidup Biasa Justru Jadi Pilihan Paling Waras