BorderLink Resmi Diresmikan, Cara Imigrasi Hadapi Arus Global

- Jumat, 21 November 2025 | 17:40 WIB
BorderLink Resmi Diresmikan, Cara Imigrasi Hadapi Arus Global
Transformasi Digital Imigrasi: Sistem Baru untuk Perbatasan Modern

Imigrasi Luncurkan Sistem Kerja Baru, Tata Kelola TPI Dirombak Total

Pemeriksaan keimigrasian di bandara dan pelabuhan bakal berubah. Ditjen Imigrasi baru saja merilis Sistem Kerja dan Pedoman Pengelolaan Unit Analisis Penumpang yang akan diterapkan di seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Langkah ini bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan sebuah transformasi komprehensif untuk mengubah total tata kelola di perbatasan.

Plt Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, meresmikan sistem ini pada Rabu (19/11) di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta. Menurutnya, seluruh kebijakan dan inovasi ini harus memberikan dampak nyata.

"Saya ingin memastikan bahwa seluruh kebijakan dan inovasi yang kita lakukan memberikan dampak nyata terhadap kemudahan layanan, kenyamanan masyarakat, serta peningkatan daya saing Indonesia dalam ekosistem mobilitas internasional dan investasi global," ujar Yuldi dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/11/2025).

Dia menambahkan, sistem baru ini merupakan implementasi langsung dari Keputusan Menteri Imipas yang ditetapkan pertengahan November 2025 lalu.

Inti dari sistem ini adalah integrasi. Semua aplikasi dan data yang sebelumnya mungkin masih terpisah-pisah, kini disatukan. Mulai dari prosedur, tahapan pemeriksaan, pengambilan keputusan, sampai pelaporan, semuanya digabung dalam satu ekosistem digital yang terpadu. Tujuannya jelas: agar kerja Imigrasi makin profesional, efisien, dan yang paling penting, bisa adaptif dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Di sisi lain, ada juga Pedoman Dirjen Imigrasi tentang Pengelolaan Unit Analisis Penumpang. Ini adalah wujud komitmen agar Imigrasi tidak ketinggalan zaman. Pedoman ini bertujuan memastikan pengelolaan data yang efektif dan profesional. Bukan cuma itu, ia juga dirancang untuk meningkatkan pengawasan, mendeteksi dini potensi ancaman, dan tentu saja, melindungi data pribadi para pelancong. Semua demi mendukung keamanan nasional yang lebih solid.

Lalu, bagaimana strateginya? Direktur TPI Ditjen Imigrasi, Suhendra, membeberkan bahwa sistem baru ini mengusung strategi BorderLink dengan slogan 'Connecting the world, securing the border'.

“BorderLink harus menjadi budaya kerja baru di seluruh TPI, bukan sekadar proyek digital, tetapi sebuah pola pikir dan cara bertugas modern yang membentuk cara berpikir dan cara bertugas setiap petugas Imigrasi dalam menghadapi dinamika di TPI,” tegas Suhendra.

Dia menjelaskan, dua hal ini Sistem Kerja dan Pedoman sangat krusial untuk menciptakan perekaman data yang akurat. Caranya dengan meningkatkan interoperabilitas antar aplikasi, memaksimalkan penggunaan autogate, serta mengawasi kinerja petugas dengan lebih baik. Tak lupa, target peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi salah satu fokus.

Namun begitu, Yuldi kembali menekankan satu hal yang tak kalah pentingnya dari teknologi canggih: integritas petugas.

"Karena teknologi yang maju hanya akan bermakna apabila dijalankan oleh SDM yang profesional, beretika, dan berkomitmen menjaga kepercayaan publik," pungkasnya.

Pesan itu jelas. Di balik semua sistem dan teknologi mutakhir, manusia yang menjalankannya tetaplah ujung tombak utama.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar