Lalu, bagaimana strateginya? Direktur TPI Ditjen Imigrasi, Suhendra, membeberkan bahwa sistem baru ini mengusung strategi BorderLink dengan slogan 'Connecting the world, securing the border'.
“BorderLink harus menjadi budaya kerja baru di seluruh TPI, bukan sekadar proyek digital, tetapi sebuah pola pikir dan cara bertugas modern yang membentuk cara berpikir dan cara bertugas setiap petugas Imigrasi dalam menghadapi dinamika di TPI,” tegas Suhendra.
Dia menjelaskan, dua hal ini Sistem Kerja dan Pedoman sangat krusial untuk menciptakan perekaman data yang akurat. Caranya dengan meningkatkan interoperabilitas antar aplikasi, memaksimalkan penggunaan autogate, serta mengawasi kinerja petugas dengan lebih baik. Tak lupa, target peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi salah satu fokus.
Namun begitu, Yuldi kembali menekankan satu hal yang tak kalah pentingnya dari teknologi canggih: integritas petugas.
"Karena teknologi yang maju hanya akan bermakna apabila dijalankan oleh SDM yang profesional, beretika, dan berkomitmen menjaga kepercayaan publik," pungkasnya.
Pesan itu jelas. Di balik semua sistem dan teknologi mutakhir, manusia yang menjalankannya tetaplah ujung tombak utama.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Takluk Tipis dari Thailand, Puas Bawa Pulang Perak Piala AFF 2026
Harga Plastik di Jember Melonjak Hampir 50% Akibat Gangguan Pasokan Global
Anggota DPR Desak Aturan Fair Share untuk Platform Digital Global
Cuaca Ekstrem dan Hujan Es Landa Bekasi, Sejumlah Pohon Tumbang Tutupi Jalan