Lalu, bagaimana strateginya? Direktur TPI Ditjen Imigrasi, Suhendra, membeberkan bahwa sistem baru ini mengusung strategi BorderLink dengan slogan 'Connecting the world, securing the border'.
“BorderLink harus menjadi budaya kerja baru di seluruh TPI, bukan sekadar proyek digital, tetapi sebuah pola pikir dan cara bertugas modern yang membentuk cara berpikir dan cara bertugas setiap petugas Imigrasi dalam menghadapi dinamika di TPI,” tegas Suhendra.
Dia menjelaskan, dua hal ini Sistem Kerja dan Pedoman sangat krusial untuk menciptakan perekaman data yang akurat. Caranya dengan meningkatkan interoperabilitas antar aplikasi, memaksimalkan penggunaan autogate, serta mengawasi kinerja petugas dengan lebih baik. Tak lupa, target peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi salah satu fokus.
Namun begitu, Yuldi kembali menekankan satu hal yang tak kalah pentingnya dari teknologi canggih: integritas petugas.
"Karena teknologi yang maju hanya akan bermakna apabila dijalankan oleh SDM yang profesional, beretika, dan berkomitmen menjaga kepercayaan publik," pungkasnya.
Pesan itu jelas. Di balik semua sistem dan teknologi mutakhir, manusia yang menjalankannya tetaplah ujung tombak utama.
Artikel Terkait
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk
Pemeriksaan Richard Lee Terhenti di Tengah Malam, Penahanan Ditunda
Truk Kontainer Terguling di Tanjakan Pandeglang, Sopir Ungkap Penyebabnya
Pemeriksaan dr. Richard Lee Terpaksa Dihentikan, 73 Pertanyaan Sudah Terjawab