Di Ruang Sidang Utama Kemendagri, Jakarta, suasana Rabu siang itu tampak khidmat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara resmi melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan kementeriannya. Acara ini digelar berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 2/TPA Tahun 2026.
Dalam arahannya, Tito tak sekadar menyampaikan selamat. Ia menekankan betapa krusialnya bagi para pejabat baru ini untuk benar-benar paham job description mereka. Apalagi, sebagai Mendagri, dirinya punya seabreg tugas di luar kementerian. Makanya, dukungan dari tim internal yang solid dan kompeten itu mutlak.
“Untuk itulah saya meminta yang di Kemendagri mau enggak mau harus didukung oleh orang-orang yang kompeten,” ucap Tito.
Ia bahkan mempersilakan bawahannya untuk berinisiatif. Soalnya, kewenangan yang diberikan cukup luas. Tapi satu hal yang ditegaskan: kecepatan eksekusi. Menurutnya, respons yang lamban bukanlah pilihan.
Di sisi lain, Tito melihat pergantian pejabat sebagai hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Langkah ini bisa menyegarkan suasana dan memberi angin segar bagi yang bersangkutan. “Mudah-mudahan semua bisa membantu saya,” harapnya.
Sebelum pelantikan, rupanya Tito sudah memantau kinerja para bawahannya. Ia mengaku hanya akan menempatkan orang-orang inovatif di posisi strategis. Bagi yang berprestasi, pintu untuk naik kelas selalu terbuka. Sebaliknya, yang kurang gesit mungkin harus siap digantikan.
Lantas, siapa saja yang dilantik? Tiga nama itu adalah Akmal Malik, kini resmi menjabat Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum. Lalu ada Cheka Virgowansyah yang memegang tampuk Dirjen Otonomi Daerah. Terakhir, Bahtiar yang dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan.
Artikel Terkait
Bayern Munich Balas Gol Cepat Stuttgart dengan Amukan Tiga Gol
Menantu Tewaskan Mertua dengan Golok di Lampung Selatan
Rabiot Pecah Kebuntuan, AC Milan Bungkam Verona 1-0
Mentan Ajak Wisudawan ITS Jadi Motor Inovasi Pertanian Hadapi Krisis Global