Tapi dari situasi saling sikut itu, sesuatu yang menarik justru tumbuh. Perlahan, tanpa mereka sadari, pertengkaran mulai berubah jadi bentuk perhatian. Mereka mulai saling membantu. Kehangatan pun mengisi hubungan yang dulu dingin.
Bahkan, mereka sampai membuat sebuah perjanjian rahasia. Isinya apa? Itu salah satu daya tarik ceritanya. Yang jelas, kesepakatan itu membuat Tong Xi dan Li Nanyi semakin tak terpisahkan. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama.
Plot twist-nya datang di sini. Suatu hari, Tong Xi dibuat terpana. Ia baru tahu bahwa Li Nanyi, si tukang usil itu, ternyata adalah "Dewa Manga" yang selama ini ia kagumi diam-diam. Wah, perasaannya pasti campur aduk antara kagum, bingung, dan mungkin sedikit malu.
Jalan Tong Xi mengejar mimpi baletnya juga tak mulus. Banyak keraguan dan rintangan. Tapi, kehadiran Li Nanyi pelan-pelan menjadi semacam penyemangat. Sebuah kekuatan yang membantunya tetap melangkah maju.
Pada akhirnya, kisah mereka adalah tentang musim panas, kampus, dan segala dinamika di dalamnya. Pertemuan, perpisahan, tawa, dan mungkin air mata, akan membentuk sebuah perjalanan tentang cinta dan persahabatan yang hangat. Seperti sinar matahari musim panas, ceritanya terasa manis dan menyentuh.
Artikel Terkait
Dua Warga China Ditahan di Kalbar Usai Serang Anggota TNI di Lokasi Tambang
Habib Rizieq dan Massa Islam Desak Netflix Hapus Konten Pandji yang Disangkutkan dengan Salat
Menlu Sugiono: Diplomasi Indonesia Harus Berbasis Realisme di Tengah Dunia yang Abu-Abu
Malam itu, Jakarta Mulai Menghapus Jejak Monorel yang Mangkrak