Di sisi lain, terungkap bahwa pelaku teriakan adalah seorang pekerja pabrik berusia 40 tahun, TJ Sabula. Perusahaan dikabarkan telah memberikan sanksi skors sementara kepadanya, menunggu penyelidikan internal lebih lanjut.
Namun, Sabula tampaknya tak gentar. Saat diwawancarai media, ia bersikukuh dengan tindakannya.
“Saya tidak menyesal telah menegurnya,” ujarnya singkat.
Insiden ini kebetulan atau mungkin tidak terjadi di tengah desakan publik yang kian keras. Banyak yang menuntut transparansi lebih lanjut soal dokumen kasus Jeffrey Epstein, sang finansial yang punya hubungan sosial dengan Trump di masa lampau. Epstein, yang dituduh melakukan perdagangan seks anak, ditemukan tewas di sel tahanannya pada 2019. Kematiannya yang dinyatakan bunuh diri itu masih menyisakan banyak tanya dan teori.
Memang, pemerintahan Trump sebelumnya setuju untuk membuka dokumen-dokumen Epstein itu. Tapi kenyataannya, Departemen Kehakiman AS dianggap lamban, belum juga memenuhi tenggat waktu perilisannya. Nah, gestur jari tengah di Detroit ini seolah jadi pengingat lain dari gaya politik Trump yang konfrontatif. Ia tak segan membawa dinamika ruang publik yang keras langsung ke hadapan kamera, menambah lagi daftar kontroversinya yang sudah panjang.
Artikel Terkait
DBMBK Sulsel Sebut Curah Hujan Tinggi Penyebab Kerusakan Dini Jalan Hertasning Makassar
Kapolri Lantik Brigjen Totok Suharyanto Pimpin Kakortas Tipidkor
Musisi AS Tuduh Serangan ke Iran sebagai Pengalihan dari Skandal Epstein
Pemimpin Tertinggi Iran Unggah Ayat Al-Quran, Bantah Klaim Kematian dari AS