Asap Tebal dan Dugaan Ledakan di Tambang Bogor, Sejumlah Pekerja Terjebak

- Rabu, 14 Januari 2026 | 19:25 WIB
Asap Tebal dan Dugaan Ledakan di Tambang Bogor, Sejumlah Pekerja Terjebak

Kawasan tambang di Bogor mendadak mencekam, Rabu siang itu. Dari dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, tiba-tiba muncul asap tebal yang menyelimuti area. Akibatnya, sejumlah pekerja dilaporkan terjebak di dalam lokasi. Informasi awal ini datang dari kantor camat setempat.

Camat Nanggung, Ae Saepuloh, mengaku belum punya gambaran jelas soal jumlah dan kondisi para korban. Semuanya masih gelap. “Munculnya asap tebal di lokasi tersebut yang menyebabkan terjebaknya para pekerja,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Namun begitu, koordinasi darurat sudah langsung digelar. Menurut Saepuloh, karena lokasi kejadian masuk wilayah operasi PT Antam, maka perusahaan itu yang akan memimpin identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

“PT Antam akan melakukan identifikasi kejadian tersebut karena masih dalam wilayah tambang IUP PT Antam,” tegasnya.

Ada satu hal yang mungkin memperlambat respons: jarak. Blok Cepu ternyata cukup terpencil, terpaut sekitar 15 kilometer dari kantor administrasi utama Antam di Nanggung. Saepuloh menambahkan keterangan ini, mungkin untuk memberi gambaran soal tantangan logistik yang dihadapi tim penolong.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kecamatan masih menunggu kabar dari Antam. Mereka butuh informasi soal penyebab asap, proses evakuasi, dan tentu saja, data pasti para pekerja yang menjadi korban.

Di sisi lain, dari kepolisian muncul informasi yang lebih mengkhawatirkan. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyebut ada indikasi ledakan di tambang emas Antam itu. Tim gabungan Forkopimda sudah bergerak menuju lokasi, tapi situasi di lapangan ternyata sangat berbahaya.

“Anggota belum bisa masuk lokasi. Kadar CO2 masih tinggi,” kata Wikha saat dikonfirmasi.

Artinya, upaya pertolongan terhambat oleh kondisi yang belum aman. Petugas gabungan pun terpaksa menunggu di luar, sambil berusaha memastikan cara terbaik untuk menjangkau para pekerja yang masih terjebak di dalam sana.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar