Lingkungan pendidikan dokter spesialis kembali tercoreng. Kali ini, kabar buruk datang dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), di mana seorang junior dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) diduga menjadi korban perundungan oleh seniornya. Kisah yang beredar di media sosial ini sungguh memilinkan. Sang senior disebut-sebut memaksa juniornya untuk membiayai gaya hidupnya mulai dari biaya kuliah, hiburan malam, perawatan kulit, hingga olahraga mahal seperti padel.
Tekanan itu begitu beratnya. Bahkan, korban sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Ini bukan kasus pertama. Kita masih ingat tragedi di Undip yang berakhir dengan kematian. Menurut sejumlah saksi, tuntutan si senior semakin menjadi-jadi, merambah ke hal-hal seperti membayar tiket konser, sewa rumah, tiket pesawat, hingga biaya penelitian pribadinya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, angkat bicara. Ia menyatakan keprihatinan yang mendalam.
Di sisi lain, Honoris menilai pemerintah harus bergerak cepat dan tegas. Sanksi tak hanya untuk pelaku, tapi juga institusi yang dianggap lalai.
Intinya, lingkungan pendidikan harus jadi ruang yang aman. “Pemerintah harus memastikan agar lingkungan pendidikan kedokteran menjadi ruang yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” tandas Honoris.
Artikel Terkait
Kemlu Tegaskan Pasukan TNI ke Gaza Bersifat Non-Tempur dan Bisa Dihentikan Kapan Saja
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Pangkal Pinang, 28 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Salat untuk Makassar, 10 Ramadan 1447 H
Waktu Sahur di Ramadhan, Momentum Mustajab untuk Memperbanyak Dzikir dan Istighfar