Sutoyo Abadi Kritik Klaim Prabowo: Rakyat Paling Bahagia? Salah Baca Data Survei Harvard-Gallup
Klaim Presiden Prabowo Subianto soal Indonesia sebagai negara dengan rakyat paling bahagia di dunia menuai kritik. Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, menyoroti pidato Prabowo dalam Perayaan Natal Nasional Januari 2026 lalu. Menurutnya, klaim yang merujuk survei Harvard University dan Gallup Poll itu keliru.
“Presiden Prabowo Subianto dalam acara itu mengaku terharu oleh hasil survei Global Flourishing Study,” kata Sutoyo, Selasa (13/1/2026).
“Berdasarkan interpretasinya, beliau menyatakan rakyat Indonesia adalah masyarakat yang paling bahagia di dunia, meski sebagian besar hidup sederhana.”
Namun begitu, klaim ini sudah dibantah banyak pihak. Intinya, ada kesalahan membaca data. Sutoyo menduga, ini kesalahan atau kelemahan Staf Kepresidenan yang kapasitasnya kerap diragukan.
Faktanya, data dari Global Flourishing Study yang dirilis Gallup World Poll menempatkan Indonesia di peringkat ke-11 dari 140 negara untuk nilai kebahagiaan. Bukan nomor satu. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) pun sudah menyebut Presiden salah baca.
“Bahkan lebih fatal,” ujar Sutoyo. Setelah membaca langsung datanya, kesalahan itu terlihat jelas dari 23 negara yang disurvei.
Ia menduga, staf atau siapa pun yang memberi referensi ke Presiden keliru memaknai ‘flourishing’. Kata itu artinya kemajuan atau progres, yang salah satu unsurnya adalah kebahagiaan. Tapi justru langsung disamakan dengan ‘life satisfaction’ atau kepuasan hidup.
Artikel Terkait
KBA News Gelar Seminar, Bahas Peran Seni sebagai Penggerak Perubahan Sosial
Menhan Sjafrie Tegaskan: Karir TNI Kini Ditentukan Prestasi di Lapangan, Bukan di Atas Kertas
Nandang Sutisna dan Pandji Soroti Akrobatik Politik Gibran
Habiburokhman Buka Suara: KUHP dan KUHAP Baru Disebut Babak Baru Hukum Indonesia