Hujan deras mengguyur kawasan Prambanan, Sleman, Rabu (21/1) lalu. Rupanya, cuaca ekstrem itu membawa konsekuensi yang cukup serius di Dusun Marangan, Bokoharjo. Sebuah batu kapur berukuran besar kira-kira 40 x 60 sentimeter terlepas dari tebing dan menggelinding tak terkendali.
Batu itu akhirnya menghantam tembok sebuah rumah warga. Untungnya, bagian yang terkena adalah gudang, bukan ruang utama. Meski begitu, benturan keras itu berhasil menjebol tembok batako seluas dua kali empat meter.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, penyebabnya jelas. "Hujan deras menyebabkan kondisi tebing menjadi labil," ujarnya, Kamis (22/1).
"Material batuan kapur itu akhirnya jatuh dan menimpa bangunan di bawahnya."
Rumah yang jadi korban itu milik seorang warga bernama Ngatmin. Syukur, tak ada satu pun korban jiwa dalam kejadian ini. Walau begitu, kerugian materiil tetap terjadi.
Di sisi lain, isi gudang itu tak bisa selamat sepenuhnya. Barang-barang seperti galon air dan kasur yang disimpan di dalamnya dilaporkan rusak akibat insiden tersebut. Peristiwa ini jadi pengingat soal risiko longsor di daerah yang topografinya berbukit.
Kini, reruntuhan telah dibersihkan. Namun, rasa was-was tentu masih tersisa bagi pemilik rumah dan tetangga di sekitarnya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu