Di Desa Gamlamo, Kabupaten Halmahera Barat, suasana masih terlihat suram pasca-banjir. Tim gabungan dari berbagai instansi masih sibuk mondar-mandir, Selasa kemarin, membantu warga yang rumahnya porak-poranda. Lumpur dan sisa-sisa material kayu serta batu berserakan di mana-mana, jadi saksi bisu betapa derasnya arus yang melanda.
Menurut sejumlah saksi, kondisi beberapa rumah benar-benar parah. Bukan cuma rusak, tapi bahkan ada yang nyaris tertimbun seluruhnya oleh endapan yang dibawa banjir. Pekerjaan pembersihan ini jelas bukan perkara sehari dua hari.
Menyikapi situasi yang berlarut-larut ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akhirnya memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Perpanjangannya berlaku hingga tanggal 27 Januari 2026 mendatang.
Alasannya sederhana: dampaknya masih nyata. Warga masih merasakan langsung kesulitan akibat bencana itu. Di sisi lain, upaya penanganan darurat dan pembersihan besar-besaran masih terus digenjot. Pemerintah daerah bersama tim gabungan tampaknya belum akan angkat kaki dalam waktu dekat.
Mereka masih terus bekerja, berusaha mengembalikan sedikit demi sedikit keadaan desa yang luluh lantak itu.
Artikel Terkait
Kemlu Tegaskan Pasukan TNI ke Gaza Bersifat Non-Tempur dan Bisa Dihentikan Kapan Saja
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Pangkal Pinang, 28 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Salat untuk Makassar, 10 Ramadan 1447 H
Waktu Sahur di Ramadhan, Momentum Mustajab untuk Memperbanyak Dzikir dan Istighfar