“Pada masa persidangan ini, DPR RI bersama pemerintah akan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan hukum nasional yang telah disepakati bersama dalam Program Legislasi Nasional atau Prolegnas,” jelasnya.
Prosesnya, ia akui, seringkali berliku. Butuh waktu yang nggak sebentar. Ada pendalaman materi, dialog publik, dan tentu saja perbedaan pandangan yang harus disatukan.
“Pembahasan rancangan undang-undang tidak selalu dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Adanya pendalaman materi, proses dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat, serta perbedaan pandangan antara Pemerintah dan DPR yang perlu diselaraskan secara cermat,” papar Puan.
“Sering kali membutuhkan waktu lebih panjang hingga tercapai titik temu yang dapat diterima semua pihak demi memastikan undang-undang yang dihasilkan berkualitas, adil, dan bermanfaat bagi rakyat serta untuk kepentingan nasional,” tandasnya.
Poin terakhir itu penting. Ia ingin menekankan bahwa kualitas hukum lebih utama daripada kecepatan. Semua butuh proses, dan proses itu harus dijalani dengan hati-hati.
Artikel Terkait
Unsri dan Kemenkes Bergerak Cepat Tangani Dugaan Perundungan dan Pungli di PPDS Mata
Prabowo Genjot Cetak Pemimpin Masa Depan, Tambah 20 SMA Garuda dan 500 Sekolah Unggulan
Prabowo: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tulang Punggung Peradaban Bangsa
Kemenkes Hentikan Sementara Program Dokter Spesialis Mata Unsri Usai Dugaan Pungli dan Perundungan