Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun di Medan harus berjuang mempertahankan telepon genggamnya dari seorang pencuri. Akibatnya, Jovita, siswi kelas tiga SD itu, terseret motor sejauh dua puluh meter. Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan Rengas Pulau, Medan Marelan, pada Sabtu lalu.
Kondisinya sekarang? Lutut kanan dan kirinya, dari bagian bawah hingga ke betis, penuh dengan luka lecet dan bengkak. Sang ayah, Darfan, dengan suara lirih menceritakan keadaan putrinya saat dihubungi Selasa siang.
"Lutut kiri dan kanan sampai ke bawah gitu, lukanya membengkak," ujarnya.
Dia merincikan, ada tiga luka yang cukup besar. Yang terlebar kira-kira selebar 1,5 sentimeter. "Kalau kita bilang lukanya besar, kira-kira... ya enggak lah besar-besar amat, sentinya 1,5 cm. Yang lain kecil-kecil," jelas Darfan.
Setelah kejadian, Jovita sempat dibawa untuk visum di Rumah Sakit Umum Eshmun. Kini, gadis kecil itu sedang menjalani masa pemulihan di rumah. Bukan cuma untuk menyembuhkan lukanya, tapi juga untuk menghilangkan rasa trauma yang mendalam.
"Lagi di rumah. Perawatan di rumah lah. Makanya kalau di rumah, pas engga ada orang ke sini. Ibu sudah kerja, nanti kalau siang saya juga harus kerja, terpaksa dititipkan sama neneknya," tutur sang ayah tentang rutinitas mereka yang kini berantakan.
Namun begitu, ada kabar baik. Kondisi Jovita perlahan mulai membaik. Selain mendapat perhatian dari pemerintah setempat yang menanggung pengobatannya, tetangga sekitar juga turun tangan membantu.
"Pemerintah, ya bantu pengobatan. Tetangga pun juga ada yang kasih obat, salep dan obat cair. Alhamdulillah, lumayan sembuh lah," kata Darfan, mencoba bersyukur di tengah kekalutan.
Lalu, bagaimana sebenarnya kronologi kejadiannya? Ternyata, hari itu Darfan hendak menjemput Jovita pulang sekolah. Tapi saat sampai di sekolah, anaknya sudah tidak ada. Rupanya Jovita memilih pulang lebih dulu, sementara ibunya sedang bekerja.
"Aku tunggu, dia engga ada. Ternyata anak ini sudah pulang ke rumah," kenangnya.
Sesampai di rumah, Jovita yang sedang di kamar mandi mendengar suara pintu terbuka. Mengira itu ayahnya, dia keluar. Alih-alih bertemu sang ayah, yang dia lihat justru seorang pencuri yang sudah mengambil handphonenya dan hendak kabur.
Naluri pertahanannya muncul. Tanpa pikir panjang, Jovita mengejar dan memegang kuat behel bagian belakang motor si pelaku. Sayangnya, pencuri itu tak berhenti. Malah menarik gas motornya, menyeret tubuh mungil Jovita sepanjang jalan.
"Terus pelaku ini engga mau dihiraukan. Adik itu dipegang terus, motornya dikencangin, lari dia," ujar Darfan, menggambarkan aksi nekat si pelaku.
Untungnya, handphone itu berhasil diselamatkan. Pelaku yang panik karena takut dikeroyok warga akhirnya melepas barang curiannya. Meski begitu, uang tunai seratus ribu rupiah yang sempat diambil dari dalam rumah tetap raib dibawanya.
Kini, harapan terbesar keluarga itu sederhana: pelaku segera ditangkap. Laporan sudah mereka buat ke kepolisian.
"Harapannya, mudah-mudahan pelaku ini tertangkap," pungkas Darfan, menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa