Lalu, bagaimana sebenarnya kronologi kejadiannya? Ternyata, hari itu Darfan hendak menjemput Jovita pulang sekolah. Tapi saat sampai di sekolah, anaknya sudah tidak ada. Rupanya Jovita memilih pulang lebih dulu, sementara ibunya sedang bekerja.
Sesampai di rumah, Jovita yang sedang di kamar mandi mendengar suara pintu terbuka. Mengira itu ayahnya, dia keluar. Alih-alih bertemu sang ayah, yang dia lihat justru seorang pencuri yang sudah mengambil handphonenya dan hendak kabur.
Naluri pertahanannya muncul. Tanpa pikir panjang, Jovita mengejar dan memegang kuat behel bagian belakang motor si pelaku. Sayangnya, pencuri itu tak berhenti. Malah menarik gas motornya, menyeret tubuh mungil Jovita sepanjang jalan.
Untungnya, handphone itu berhasil diselamatkan. Pelaku yang panik karena takut dikeroyok warga akhirnya melepas barang curiannya. Meski begitu, uang tunai seratus ribu rupiah yang sempat diambil dari dalam rumah tetap raib dibawanya.
Kini, harapan terbesar keluarga itu sederhana: pelaku segera ditangkap. Laporan sudah mereka buat ke kepolisian.
Artikel Terkait
Mobil Dinas Terjun ke Kanal, Dua Pegawai Bank Tewas di Pelalawan
Sjafrie Sjamsoeddin Pererat Kemitraan Pertahanan Indonesia-Pakistan di Islamabad
Kantor Pusat DJP Digeledah KPK, Terkait Kasus Suap Pengurangan Pajak Rp75 Miliar
Fatah Tegaskan: Gaza Harus Dipimpin Menteri Otoritas Palestina