Kabut tebal menyelimuti Bandara Soekarno-Hatta pagi itu. Cuaca benar-benar tidak bersahabat. Akibatnya, operasional penerbangan pun kacau balau. Tidak kurang dari dua puluh penerbangan dari berbagai rute Lion Air Group terpaksa dialihkan ke bandara lain. Semua ini karena jarak pandang yang sangat terbatas, jauh di bawah ambang batas aman untuk penerbangan.
Menurut Danang Mandala Prihantoro, juru bicara Lion Group, kondisi pagi itu memang sangat riskan. Proses pendaratan dan lepas landas sama-sama mustahil dilakukan.
Dia menegaskan, keputusan mengalihkan pesawat itu murni soal keselamatan. Coba bayangkan, pilot hampir tidak bisa melihat landasan dari kokpit. Tentu saja pendaratan menjadi tindakan yang terlalu berbahaya.
Nah, pengalihan ini menimpa sejumlah penerbangan dari maskapai di bawah Lion Group. Mulai dari Lion Air (JT), Batik Air (ID dan OD), sampai Super Air Jet (IU). Mereka dialihkan ke berbagai kota, seperti Palembang, Semarang, Yogyakarta, bahkan sampai Batam.
Berikut detailnya:
Lion Air (kode penerbangan JT)
- JT-241 dari Bandar Lampung dialihkan ke Palembang.
- JT-353 rute Padang-Jakarta malah mendarat di Bandar Lampung.
- JT-209 dari Medan dialihkan ke Semarang, sementara JT-211 dari rute yang sama dialihkan ke Jambi.
- Yang menarik, JT-393 Pekanbaru-Jakarta memilih kembali ke apron bandara asalnya untuk menunggu cuaca membaik.
- JT-713 Pontianak-Jakarta dialihkan ke Batam, dan JT-201 Medan-Jakarta ke Pangkalpinang.
Batik Air (kode penerbangan ID)
Artikel Terkait
Bank Jatim Buka Rekrutmen Strategis untuk Posisi Dewan Komisaris dan Direktur Risiko
Demokrat Ikuti Arahan Prabowo, Pilkada via DPRD Bukan Prioritas Mendesak
Di Persimpangan Kekuasaan: Ormas yang Berdiri di Luar atau Masuk ke Arena Politik?
Prabowo Langsung Tinjau IKN, Sinyal Komitmen atau Sekadar Kunjungan Seremonial?