Di tengah keramaian puncak HUT Golkar ke-61 di Istora Senayan, sebuah usulan mengejutkan dilontarkan. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara langsung mengusulkan pembentukan "koalisi permanen" di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Momen itu terjadi Jumat lalu, dengan Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka hadir sebagai tamu kehormatan.
Bahlil, dengan nada serius, berargumen bahwa pemerintahan yang kuat memerlukan fondasi yang stabil. "Lewat mimbar yang terhormat ini izinkan kami memberikan saran," ujarnya. "Perlu dibuatkan koalisi permanen."
Ia tampaknya gerah dengan dinamika politik yang fluktuatif. "Jangan koalisi in-out," tegas Bahlil. "Jangan koalisi di sana senang di sini senang di mana-mana hatiku senang."
Menurutnya, soliditas adalah kunci. Prinsip bersama harus ditegakkan. "Kalau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau senang, senang bareng-bareng," lanjutnya. "Dan ini dibutuhkan gentleman, dibutuhkan gentleman yang kuat."
Usulan itu tak lama kemudian mendapat sambutan hangat dari kubu lain. Ahmad Sahroni, Bendahara Umum Partai NasDem, menilai gagasan Bahlil itu sangat baik. Bahkan, menurut Sahroni, usulan itu sejalan dengan arahan yang terus-menerus disampaikan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.
"Usulan yang sangat baik," kata Sahroni saat dihubungi Minggu (7/12/2025).
"Pak Surya Paloh selalu menyampaikan dalam beberapa kali pidato di acara NasDem di manapun berada."
Sahroni kemudian mempertegas komitmen partainya. Arahan dari pucuk pimpinan, kata dia, sangat jelas: mendukung penuh pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan.
"Bahwa NasDem mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sampai akhir masa jabatan," ucap Sahroni. "Itu perintah Ketua Umum NasDem kepada kami di seluruh Indonesia."
Dia pun memastikan posisi NasDem akan tetap solid di dalam pemerintahan. Partainya, tegas Sahroni, tak hanya akan mendukung, tetapi juga turut mengawal jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan. Sinyal dukungan ini jelas memperkuat wacana koalisi permanen yang digulirkan Bahlil, meski respons resmi dari istana masih dinantikan.
Artikel Terkait
Pemerintah Wajibkan Devisa Ekspor SDA Masuk ke Bank BUMN Mulai 1 Juni 2026
Obesitas Akibat Gaya Hidup Modern, Operasi Bariatrik Jadi Opsi Terapi Medis
Archworks X UPJ Ubah Stigma Arsitektur Elitis Lewat Festival Interaktif di Bintaro
Rupiah Tembus Rp17.424 per Dolar AS, Pemerintah Sebut Tekanan Akibat Faktor Global dan Musiman