Cak Imin Pacu Program Lahan untuk Sejuta Keluarga Miskin Ekstrem

- Selasa, 25 November 2025 | 11:00 WIB
Cak Imin Pacu Program Lahan untuk Sejuta Keluarga Miskin Ekstrem

Jakarta - Target ambisius digulirkan pemerintah. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, mencanangkan program redistribusi tanah untuk satu juta warga miskin ekstrem. Program yang dikenal sebagai TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengentaskan kemiskinan.

Rencana ini mengemuka usai rapat tertutup antara Cak Imin dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Lokasinya di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin lalu. Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (25/11/2025), Cak Imin menjelaskan peta jalan yang hendak ditempuh.

“Kita membaca peta reforma agraria, agar seluruh pelaksanaan reforma agraria melibatkan masyarakat desil I dan II menjadi yang mendapatkan manfaat utama,”

Jelasnya. Intinya, program ini benar-benar diprioritaskan bagi mereka yang paling membutuhkan.

Di sisi lain, program ini bukan sekadar bagi-bagi lahan. Ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Target itu sendiri tertuang dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025. Yang menarik, pendekatannya disebut-sebut mengalami pergeseran signifikan.

Kalau dulu fokusnya lebih ke bantuan sosial, kini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, paradigmanya berubah. Arahnya kini lebih pada pemberdayaan. Bukan lagi sekadar memberi ikan, tapi memberikan kail.

“Salah satu cara penanggulangan kemiskinan yang paling bagus dan berjangka menengah panjang adalah distribusi aset kepemilikan produksi, yaitu tanah,”

tegas Cak Imin. Logikanya sederhana: dengan memiliki tanah, masyarakat punya aset produktif yang bisa dikelola untuk meningkatkan taraf hidup.

Namun begitu, pelaksanaannya nanti tak boleh asal. Cak Imin memastikan bahwa distribusi tanah akan disesuaikan dengan sebaran penduduk miskin ekstrem dan lokasi TORA itu sendiri. Tujuannya jelas, agar program ini efektif dan tepat sasaran, tidak sia-sia.

Dari sisi teknis, Menteri Nusron Wahid tampak optimis. Ia yakin target satu juta penerima manfaat ini bisa dicapai. Apalagi, program ini akan melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga di bawah komando Menko Muhaimin.

“Kami menyiapkan lahannya beliau yang mengkoordinasi karena memang tugas Pak Menko yang melakukan itu,”

kata Nusron. Kolaborasi, kuncinya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar