137 Ton Sampah di Muara Baru Ternyata Buangan Oknum Swasta

- Senin, 19 Januari 2026 | 19:45 WIB
137 Ton Sampah di Muara Baru Ternyata Buangan Oknum Swasta

Sebanyak 137 ton sampah akhirnya berhasil diangkut dari pesisir Tanggul Laut Muara Baru. Operasi pembersihan besar-besaran ini digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menanggapi tumpukan sampah yang kian menggunung di kawasan utara Ibu Kota.

Di lokasi berbeda, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan peringatan keras. Ia menegaskan, kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai atau badan air lainnya harus segera dihentikan.

“Yang di Muara Baru kemarin langsung kita tangani dan dibersihkan. Ini juga menjadi peringatan bagi seluruh warga Jakarta agar perilaku membuang sampah di sungai harus dihilangkan,” ujar Pramono di kawasan Tugu Tani, Senin lalu.

Namun begitu, muncul penjelasan menarik dari pihak DLH. Melalui humasnya, Yogi Ikhwan, ditegaskan bahwa sampah sebanyak itu bukanlah ulah warga sekitar Muara Baru.

“Iya, sampah berasal dari oknum pihak swasta. Orang tidak bertanggung jawab,” jelas Yogi saat dikonfirmasi.

Menurut sejumlah saksi, warga setempat justru geram dengan praktik ilegal ini. Mereka khawatir akan dikambinghitamkan. Suara penolakan keras mereka muncul karena dampaknya sudah nyata terasa: bau tak sedap, pandangan yang mengganggu, dan kekhawatiran akan banjir yang lebih parah saat musim hujan tiba. Belum lagi ancaman terhadap ekosistem pesisir yang perlahan-lahan rusak karena puing dan sampah.

Yogi pun menegaskan komitmen penegakan hukum. Pengelolaan sampah, tegasnya, wajib mengikuti aturan yang berlaku dan dilakukan di tempat yang sudah ditentukan. Aksi buang sampah sembarangan di tanggul atau badan air tidak akan lagi ditoleransi.

“Penegakan hukum dan pengawasan akan dilakukan. Pembuangan liar harus dihentikan,” tegasnya. Pesannya singkat tapi jelas.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar