Nah, sasaran program ini jelas: masyarakat yang masuk kategori miskin hingga miskin ekstrem, terutama dari desil 1 dan 2. Yang menarik, upaya pengentasannya nggak cuma fokus pada anak didiknya saja. Para wali siswa juga ikut diberdayakan, jadi ada efek berantainya.
Gus Ipul menekankan, model Sekolah Rakyat ini berbeda dengan sekolah konvensional. “Sekolah Rakyat tidak dijalankan seperti sekolah biasa, melainkan dibangun sebagai sebuah ekosistem,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Ekosistem perlindungan, ekosistem pemulihan, ekosistem pemberdayaan untuk melahirkan agen perubahan di masa depan.”
Acara peresmian itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi. Hadir mulai dari Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Menteri Luar Negeri Sugiono. Dari sisi keamanan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga turut hadir.
Tak ketinggalan, Menteri PU Dody Hanggodo, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menhub Dudy Purwagandhi, dan Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya turut memenuhi undangan, membuat acara tersebut terasa begitu lengkap.
Artikel Terkait
Polisi Sumsel Belum Terima Laporan Resmi Dugaan Perundungan Mahasiswi PPDS UNSRI
Buruh Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Khawatir Upah Makin Terpuruk
5 Drama China dengan Hubungan Paling Toxic, Bikin Gregetan tapi Tetep Nagih
KPK Geledah Kantor Pajak Pusat, Koper Barang Bukti Dibawa Keluar