Pemandangan yang menyambut mereka sungguh mengerikan. SM sudah tergeletak tak bernyawa. Laporan pun segera dibuat, dan petugas segera berdatangan. Jasad korban baru dievakuasi dan dinyatakan meninggal sekitar pukul tiga lewat seperempat dini hari.
Uniknya, pada pemeriksaan awal, tidak terlihat tanda kekerasan fisik yang mencolok pada jasad. Tapi jangan salah, sejumlah temuan di TKP justru memperkuat kecurigaan bahwa ini bukan kematian biasa. Polisi menemukan barang-barang yang mengusik nalar.
Ada botol cairan pembersih lantai, misalnya. Lalu ada juga muntahan di sekitar tubuh korban. Belum lagi rekaman CCTV di sekitar lingkungan kos yang langsung diamankan untuk diteliti. Semua itu mengarah pada satu kesimpulan sementara: ada yang tidak beres.
"Informasinya korban bekerja sebagai terapis di sebuah spa," tambah AKBP Braiel.
Di sisi lain, polisi masih sangat berhati-hati. Mereka enggan terburu-buru menghubungkan temuan-temuan itu dengan penyebab kematian sebelum ada kata resmi dari dokter. "Semua temuan masih kami dalami. Kami belum bisa mengaitkan cairan pembersih lantai dengan penyebab kematian sebelum hasil autopsi keluar," tegas Braiel.
Kini, pelaku sudah dalam tahanan. Tapi duka keluarga masih terasa. Dan misteri seputar alasan di balik tragedi ini masih menggantung, menunggu terkuak dalam proses hukum nanti.
Artikel Terkait
Kritik untuk Gibran, Kenapa Harus Berakhir dengan Bullying ke Jan Ethes?
Prabowo Beri Pelukan Hangat Saat Gus Ipul Menangis Haru di Peresmian Sekolah Rakyat
Hujan Deras Genangi Tol Sedyatmo, Akses ke Bandara Soetta Tersendat
Ketika Ibadah Hanya di Langit, Bumi Merintih di Bawah Kaki