Andre Rosiade Buka Suara: Kasus Nenek Saudah Hanya Puncak Gunung Es Tambang Ilegal Sumbar

- Senin, 12 Januari 2026 | 10:36 WIB
Andre Rosiade Buka Suara: Kasus Nenek Saudah Hanya Puncak Gunung Es Tambang Ilegal Sumbar

Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, tampak keluar dari gedung Bareskrim Mabes Polri, Senin pagi. Kedatangannya bukan tanpa sebab. Ia sengaja datang untuk berkoordinasi, merespon maraknya aktivitas penambangan ilegal di Sumatera Barat yang kian meresahkan. Pemicu utamanya adalah kasus penganiayaan terhadap seorang nenek, Saudah, di Pasaman.

“Pagi ini saya datang ke Bareskrim Mabes Polri melakukan koordinasi dengan Direktorat Tipidter ya Bareskrim Mabes Polri untuk soal kasus penambangan ilegal yang ada di Sumatera Barat,” ujar Andre kepada awak media yang menunggu.

Ia lantas menegaskan, “Jadi kasus nenek Saudah yang ada di Pasaman itu adalah puncak gunung es.”

Menurut Andre, praktik tambang emas ilegal di Sumbar sudah berlangsung lama dan seperti penyakit kronis. Wilayah penyebarannya cukup luas. Ia menyebut beberapa kabupaten, seperti Pasaman tempat nenek Saudah tinggal lalu Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Sijunjung. “Beberapa tempat lain” juga disebutnya ikut terdampak.

“Kita tahu beberapa tahun belakang peti penambangan emas secara ilegal di Sumatera Barat itu marak,” katanya.

Intinya, kasus nenek Saudah itu cuma bukaan kecil. Masalah sebenarnya jauh lebih besar dan terpendam. “Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri Dirtipidter,” tambahnya.

Di sisi lain, Andre mendesak agar Mabes Polri segera turun tangan. Ia ingat, upaya serupa pernah dilakukan Kapolri Listyo Sigit sebelumnya. Hasilnya? Cuma bertahan beberapa bulan. “Turun, hilang (tambang ilegal) berapa bulan, habis itu muncul lagi,” ujarnya dengan nada prihatin.

Harapannya, koordinasi kali ini bisa membuahkan penanganan yang tuntas, tidak sekadar seremonial. Ia juga menyoroti peran aparat di daerah.


Halaman:

Komentar