Travelator di Bandara YIA: Ada, Tapi Cuma Jadi Hiasan?
Kalau kamu pernah tiba di Yogyakarta International Airport, pasti pernah lewat situ. Setelah keluar dari pintu kedatangan, perjalanan menuju stasiun kereta api bandara itu lumayan. Badan masih lelah, kaki pegel, sementara kereta yang mau dikejar jadwalnya nggak nunggu.
Dan di tengah perjalanan itu, kamu akan melihatnya: travelator alias jalan berjalan. Alatnya mengkilap, kelihatan baru, tapi selalu diam membisu. Sepi. Cuma jadi pajangan.
Pertanyaan yang langsung muncul: kenapa sih nggak pernah dinyalain?
Nah, ini cuma tebakan saya ya. Mungkin saja alasannya berkaitan dengan deretan warung UMKM yang berjejer di sepanjang koridor itu. Coba bayangkan. Kalau travelator hidup, penumpang bakal meluncur cepat. Mereka nggak akan punya waktu atau alasan untuk mampir, melirik dagangan, atau sekadar beli air mineral. Penyewa stan pasti bakal ribut. Pendapatan mereka bisa-bisa merosot.
Jadi, demi mendukung pelaku usaha kecil, travelator itu dikorbankan. Dibikin mati suri.
Tapi di sisi lain, apa iya strategi ini berhasil? Awalnya mungkin iya. Kita kasihan, lalu mampir. Beli makanan atau minuman. Tapi lama-lama, rasa "dikhianati" itu muncul. Harganya mahal untuk kantong bandara, ya sudah. Tapi kualitasnya? Jujur, seringkali nggak sesuai. Nasi kotaknya lembek, minuman terlalu manis, atau rasanya begitu-begitu saja.
Alhasil, yang terjadi malah lingkaran setan. Travelator dibangun tapi nggak dipakai, dengan harapan mengalihkan manfaat ke UMKM. Eh, pada kenyataannya, manfaat ke UMKM pun nggak optimal karena rasa kecewa pelanggan.
Jadinya ya begini. Ada fasilitas, tapi nganggur. Ada tujuan mulia, tapi nggak kesampaian. Ruwet banget. Mirip-mirip lah dengan cerita klasik di negeri ini.
(Iqbal Aji Daryono)
Artikel Terkait
PDAM Makassar Ungkap Penyebab Krisis Air di Wilayah Utara: Sistem Gravitasi dan Penyedotan Liar
Jennae River Land di Pangkep Tawarkan River Tubing Mulai Rp20 Ribu
Cuaca Sulsel Cerah Berawan, Waspada Hujan Ringan di Sejumlah Daerah Jumat Ini
Raffi Ahmad Penuhi Amanah Terakhir Jupe, Bantu Ibunda yang Terpuruk Ekonomi