Di Pattani, situasinya tak kalah mencekam. Militer menyebut seorang petugas pemadam dan dua pegawai SPBU juga menjadi korban. Meski begitu, juru bicara Angkatan Darat meyakinkan bahwa seluruh korban sudah dilarikan ke rumah sakit dan kondisinya tidak kritis. “Luka-luka yang dialami tidak serius,” katanya seperti dikutip AFP.
Respons pun datang dari pucuk pimpinan. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menilai serangan ini adalah sebuah “sinyal”. Ia menduga aksi tersebut terkait dengan pilkada setempat yang digelar hari ini. “Ini bukan ditujukan untuk pemberontakan,” tegasnya, berusaha meredam kekhawatiran yang lebih luas.
Namun begitu, militer di lapangan tak mau mengambil risiko. Panglima wilayah selatan, Narathip Phoynok, langsung memerintahkan peningkatan pengamanan ke tingkat paling tinggi. Pengawasan diperketat di pos-pos pemeriksaan dan perbatasan.
Konflik di wilayah ini, sejatinya, sudah berakar lama. Sejak 2004, kawasan mayoritas Muslim yang berbatasan dengan Malaysia itu kerap dilanda ketegangan bersenjata. Ribuan nyawa telah melayang seiring perjuangan kelompok separatis yang menginginkan otonomi lebih besar dari Bangkok. Insiden dini hari tadi seperti mengingatkan semua pihak bahwa bara di selatan belum benar-benar padam.
Artikel Terkait
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Warga dan Petugas Bersihkan Kanal Penuh Sampah di Makassar untuk Antisipasi Banjir
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar