Di Banda Aceh, Sabtu lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memberikan penjelasan terkait penyaluran santunan bagi korban bencana di Sumatra. Rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana itu mengungkap progres yang sudah dicapai. Ternyata, santunan untuk ahli waris korban meninggal sudah mulai mengalir.
“Sampai hari ini, kita sudah salurkan lebih dari 147 kepada ahli waris,” jelas Gus Ipul.
Namun begitu, dia menambahkan satu catatan penting. Untuk usulan santunan korban dengan luka berat, katanya, pihaknya sama sekali belum menerima data. Proses penyaluran ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Semuanya menunggu kepastian dari pemerintah daerah.
“Tetapi usulan untuk yang luka-luka berat belum pernah kami terima. Semuanya ini kami salurkan setelah ditetapkan oleh kepala daerah,” tegasnya.
Memang, prosesnya berjalan bertahap. Gus Ipul berharap data warga yang benar-benar berhak bisa segera lengkap. Dengan begitu, bantuan bisa lebih cepat sampai ke tangan yang membutuhkan, tanpa harus menunggu lama-lama.
Di sisi lain, persiapan anggaran ternyata sudah jauh-jauh hari dilakukan. Pemerintah tidak main-main. Untuk santunan ahli waris dan korban luka saja, sudah disiapkan dana sekitar Rp 17 miliar. Angka itu masuk dalam kategori bantuan sosial kebencanaan.
“Kami sudah simulasi, sudah siapkan dana-dananya untuk kebutuhan ahli waris dan korban luka ada Rp 17 miliar lebih,” tuturnya lagi.
Tapi itu baru sebagian kecil dari gambaran besarnya. Masih ada pos-pos bantuan lain yang nilainya fantastis. Misalnya, untuk jaminan hidup disiapkan Rp 326 miliar. Lalu, ada bantuan untuk hunian, baik sementara maupun tetap, senilai Rp 169 miliar. Tidak ketinggalan, program pemberdayaan ekonomi masyarakat korban bencana yang dananya mencapai Rp 141 miliar.
Kalau dijumlah semua, kebutuhan yang teridentifikasi mencapai angka Rp 2 triliun. Cuma, dana yang benar-benar siap dicairkan saat ini baru sekitar sepertiganya.
“Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp 2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp 600 miliar,” ucap dia.
Nah, agar semua berjalan mulus, koordinasi jadi kunci utama. Kementerian Sosial terus berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri dan tentu saja, para kepala daerah di lokasi bencana. Tujuannya satu: memastikan data valid dan bantuan tepat sasaran. Prosesnya mungkin terlihat birokratis, tapi inilah upaya agar tidak ada yang salah alamat.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Retret Ketua DPRD dengan Dialog dari Hati ke Hati
Bareskrim Gerebek Pabrik Gas Whip Pink Beromzet Miliaran di Jakarta
PSM Makassar Hadapi Borneo FC di Parepare, Pertarungan Sengit Penuh Sejarah
Harga Emas Perhiasan Relatif Stabil Meski Pasar Global Bergejolak